Santri Senior Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Juniornya Hingga Tewas di Pesantren Mambaul Ulum

WN (17), santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojokerto, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka

Santri Senior Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Juniornya Hingga Tewas di Pesantren Mambaul Ulum
KOMPAS.com/MOH SYAFIƍ
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solihin Fery, saat ditemui di Mapolres Mojokerto, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - WN (17), santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojokerto, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya salah satu santri di ponpes tersebut.

WN diduga menganiaya Ari Rivaldo (16), juniornya di Pesantren Mambaul Ulum.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solihin Fery mengatakan, dari proses gelar perkara, WN terindikasi kuat melakukan penganiayaan terhadap Ari hingga korban tewas.

"Sudah, kami sudah tetapkan satu orang sebagai pelaku anak (tersangka)," kata Fery saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/8/2019).

WN, ungkap Fery, menendang korban dua kali dan membuat kepala korban terbentur dinding kamar asrama santri.

Sebelumnya diberitakan, Ari, santri Ponpes Mambaul Ulum asal Desa Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menghembuskan nafas terakhir di RSI Sakinah, Selasa (20/8/2019) siang.

Berdasarkan hasil autopsi, ada luka di kepala korban. Tengkorak bagian belakang pecah dan menjadi penyebab kematian korban.

"Hasil pemeriksaan saksi dan pra rekonstruksi seperti itu," ujarnya Fery.

WN dijerat Pasal 80 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Santri senior tersebut juga dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korbannya tewas.

Halaman
123
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved