Kapten Arm Eddy Edukasi Anti Narkoba kepada Anak-anak Pinggiran Sungai Deli

Karena di sini tidak ada yang lahir pada masa penjajahan dulu, berarti kita semua adalah penikmat kemerdekaan.

Kapten Arm Eddy Edukasi Anti Narkoba kepada Anak-anak Pinggiran Sungai Deli
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Danramil 05/MB - Kodim 0201/BS, Kapten Arm Eddy H Hutabarat saat memberikan edukasi anti narkoba kepada anak-anak pinggiran Sungai Deli. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kemerdekaan memiliki arti yang sangat luas, sehingga setiap orang memaknainya dengan cara yang berbeda-beda.

Demikian pula Yayasan Komunitas Peduli Anak Dan Sungai Deli (Kopasude), dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke 74, Kopasude bersama anak pinggir sungai deli adakan bincang-bincang kemerdekaan dengan tema apa arti Kemerdekaan yang sebenarnya, di Sanggar Pendidikan Silaturahmi Jalan Badur Nomor 2 Kecamatan Medan Maimun, Jumat (23/8/2019).

Kegiatan ini mengundang dua narasumber yakni Danramil 05/MB - Kodim 0201/BS, Kapten Arm Eddy H Hutabarat dan Founder Yayasan Bangga Jadi Indonesia, Mora Nasution.

Eddy yang saat itu membawakan materi tentang wawasan kebangsaan dan nasionalisme, mengatakan bahwa manusia yang hidup saat ini adalah penikmat kemerdekaan, yang seharusnya sadar akan masa depan bangsa.

"Karena di sini tidak ada yang lahir pada masa penjajahan dulu, berarti kita semua adalah penikmat kemerdekaan, kita tidak berperang secara fisik seperti pahlawan, tapi sesungguhnya saat ini kita sedang berperang, perang tanpa bentuk, perqng yang membuat kita acuh pada bangsa ini karena pengaruh dari luar," katanya.

Ia mengatakan jiwa nasionalisme sejak dini haruslah ditanamkan pada anak, sebab saat ini rasa nasionalisme sudah masuk ke hal-hal dasar. Ia mencontohkan kurangnya minat anak-anak muda jaman sekarang terhadap makanan tradisional.

"Anak muda lebih suka makanan-makanan barat seperti pizza dan lainnya, padahal masih banyak makanan trasisional. Mencintai makanan lokal juga termasuk dalam nasionalisme namun kerap diabaikan, permasalahannya sekarang kita mau berjuang seperti dahulu atau mempertahankan kemerdekaan ini," katanya.

Selain menyoroti persoalan makana Ia juga menekankan kepada orangtua dan pemuda yang hadir agar belajar nasionalisme dengan cara menjauhi narkoba. Sebab narkoba menjadi salah satu yang dapat melemahkan generasi muda dan bangsa.

"Narkoba sudah merajalelala disekitar kita, perlu dipahami bahwa narkoba adalah upaya melemahkan NKRI.
Karena narkoba melemahkan masyarakat dan akhirnya tidak peduli dengan masa depan negara, Mudah-mudahan disini tidak ada," katanya

Meski demikian Ia menekankan agar tidak mencemooh atau mencela orang-orang yang pernah terkena narkoba, sebab selalu ada jalan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

Mora menambahkan bahwa sudah tidak jamannya lagi anak muda jatuh pada lingkaran narkoba, sebab sekarang masyarakat dunia sedang bertarung untuk memperoleh posisi yang baik.

"Anak muda di negara lain sudah sibuk mempersiapkan masa depan, sedangkan kita masuh sibuk terjerumus dalam narkoba, ayolah nggak jamannya lagi teejerumus narkoba, sudah saatnya kita ikut bersaing jadibm yang terbaik," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved