TRIBUNWIKI

Mengulik Sejarah Little India Medan

Masyarakat India sendiri sudah ada semenjak tahun 1884, yang ditandai berdirinya kuil tertua di Medan yaitu Kuil Shri Mariaman.

Mengulik Sejarah Little India Medan
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Kawasan Little India di Kota Medan yang terletak di Jalan KH Zainul Arifin Medan, Jumat (23/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kota Medan merupakan kota heterogen, yang memiliki beragam agama, suku, dan budaya.

Oleh sebab itu, wajar saja di berbagai sudut Kota Medan dapat ditemui simbol dan ikon dari berbagai agama dan suku, hari Jumat (23/8/2019).

Terutama Gapura Little India di Jalan KH Zainul Arifin yang merupakan suatu ikon suku India yang ada di Medan. Gapura Litte India ini juga menandakan bahwa di Kota Medan juga memiliki kelompok masyarakat yang bersuku India.

Hal ini terjadi, karena awal mulanya masyarakat India masuk ke Kota Medan melalui sistem perdaganagn. Dari pelayaran laut Aceh, masuk ke Kuala, kemudian masuk ke daerah Kota Binjai, lalu ke Kota Medan melalui sistem perdagangan.

Selanjutnya, di Kota Medan terjadi pernikahan campur antar suku India dengan suku lain yang ada Medan.

Kemudian, sampai berkembang biaknya masyarakat suku India di Medan, sampai saat ini masyarakat India merupakan keturunan atau generasi keempat.

Masyarakat India sendiri sudah ada semenjak tahun 1884, yang ditandai berdirinya kuil tertua di Medan yaitu Kuil Shri Mariaman.

Semangkin berkembangnya masyarakat bersuku India di Medan, terjadinya permukiman di daerah-daerah tersebut ada tiga rumah ibadah yang besar. Hal ini mengakibatkan terjadinya tumpukkan masyarakat India yang bertitik tumpu.

Di antara kuil-kuil besar di darerah-daerah tersebut, seperti Kuil Shri Mariaman, Kuil Shri Kaliamman serta Shri Tenda Yudha Bani Kuil. Berikut ini lah kuil-kuil tertua di Kota medan, namun masyarakat India bukan hanya beragama Hindu saja. Melainkan, Masyarakat India beragama Muslim, yang rumah ibadahnya seperti Masjid Jami’ Medan. Selanjutnya, ada juga masyarakat bersuku india yang beragama Kristen Katolik di Medan, dengan rumah ibadah yang ada di Jalan Hayam Wuruk.

Terjalin lah tali persaudaraan antara umat beragama sesama suku India di Medan sejak zaman nenek moyang mereka memang selalu rukun dan bersatu. Hingga, kampung Madras di Jalan KH Zainul Arifin disebut kampung Keling dengan orang-orang Pribumi. Dengan pegertian sebutan Keling berarti keling-kelingan (orang dahulu menyebutkannya orang keling itu seperti orang yang berkulit Hitam).

Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved