Pelaku Pungli Sopir Truk hanya Dilakukan Pembinaan, Ini Penyebabnya

Ada 12 orang yang berhasil diamankan setelah dilakukan penindakan di Jln Sei Blumai Tanjung Morawa Jum,at

Pelaku Pungli Sopir Truk hanya Dilakukan Pembinaan, Ini Penyebabnya
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan ketika diwawancarai wartawan Jum,at, (23/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan mengakui bahwa pihaknya sulit untuk menjerat pelaku pungli (pungutan liar) yang menjadikan sopir truk sebagai korbannya.

Hal ini lantaran sopir yang menjadi korban pemerasan tidak bersedia untuk membuat pengaduan.

Didampingi Kasat Reskrim, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung dan Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Ilham Harahap, Eddy menyebut pihaknya hanya bisa melakukan pembinaan. Ada 12 orang yang berhasil diamankan setelah dilakukan penindakan di Jln Sei Blumai Tanjung Morawa Jumat, (23/8/2019).

Setelah diamankan selanjutnya pelaku pun langsung dilakukan pemeriksaan urine. Karena ada 7 orang yang diketahui positif sebagai pengguna narkoba selanjutnya akan mereka lakukan pendalaman.

"Kami berikan tindakan berupa pembinaan lah tidak ada yang lanjut. Kita juga akan dalami lagi ini apakah ini pungli untuk cari makan, beli rokok atau untuk narkoba. Sebenarnya polisi itu sudah berulang kali lakukan penindakan dan saat ini tercatat sudah ada 50 orang yang pernah kita amankan. Tapi itulah kendala kami, sopirnya yang menjadi korban pun ketika kita ajak ke sini mereka enggan," kata Eddy.

Agar hal-hal serupa tidak kembali lagi terjadi selanjutnya Eddy menyebut kalau pihaknya akan lebih meningkatkan lagi untuk melakukan patroli.

Selain itu pihaknya juga tidak akan pernah capek untuk mengingatkan masyarakat sekitar untuk tidak mengulangi perbuatan karena wilayah tersebut merupakan wilayah kawasan industri.

"Jadi saya menegaskan juga bahwa sesuai beberapa kali yang kita amankan yang dikutip sama mereka-mereka ini (pelaku) hanya Rp 2 ribu sampai 5 ribu saja. Jadi tidak sebesar seperti yang dimedia sosial katanya 15 sampai 20 ribu. Kita juga tidak tahu video yang viral di media sosial itu sebenarnya kapan kejadiannya,"kata Eddy.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved