Pemkab Karo Dapat Tawaran Pemanfaatan Sampah menjadi Pupuk

kunjungan mereka kali ini bermaksud untuk mengajukan kerja sama dengan Pemkab Karo dalam program penanggulangan dan pemanfaatan sampah

Pemkab Karo Dapat Tawaran Pemanfaatan Sampah menjadi Pupuk
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Bupati Karo Terkelin Brahmana (tengah) menerima kunjungan dari PT Nusantara Siana Eko Solusi, di Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Jumat (23/8/2019) petang. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, mendapatkan penawaran pemanfaatan dan pengolahan sampah menjadi pupuk.

Penawaran itu, dikatakan langsung oleh Direktur Operasi PT Nusantara Siana Eko Solusi Armawati Chaniago, saat berkunjung ke Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Jumat (23/8/2019) petang.

Armawati menyebutkan, kunjungan mereka kali ini bermaksud untuk mengajukan kerja sama dengan Pemkab Karo dalam program penanggulangan dan pemanfaatan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dirinya menjelaskan, program ini sesuai dengan visi dan misi perusahaan mereka yang bergerak di bidang energi efisiensi dan energi terbarukan.

"Kedatangan kita ke sini, untuk menawarkan kerja sama dengan Pemkab Karo tentang pemanfaatan sampah. Sesuai dengan tujuan perusahaan kita yang berak di bidang energi efisiensi dengan teknologi yang ramah lingkungan," ujar Armawati.

Dirinya mengungkapkan, metode serta teknologi pengolahan dan pemanfaatan sampah yang mereka tawarkan berupa pengolahan sampah menjadi pupuk. Selain itu, nantinya sampah juga akan diolah menjadi briket, serta cairan metanol yang dapat membantu sektor pertanian dan industri.

"Program yang kami tawarkan merupakan integrasi pengalaman beberapa perusahaan di USA, UEA dan India," katanya.

Selain itu, metode dan teknologi yang mereka jalankan nantinya juga dapat mengatasi dampak permasalahan semakin tingginya timbunan sampah. Yang akan berimbas pada tetap tersedianya lahan TPA, untuk menampung sampah-sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Karo.

"Melalui metode ini, tentunya sampah yang menumpuk akan bisa diolah, sehingga tidak semakin menumpuk dan dibiarkan. Ini juga mendukung pencapaian kebijakan strategi daerah, di bidang penanganan sampah. Serta memberi manfaat positif bagi pemerintah, masyarakat dan lingkungan," ucapnya didampingi Ketua Walhi Sumut Dana Tarigan.

Dirinya menambahkan, program kerjasama yang mereka tawarkan disebut Public and Private Partnership (PPP), yang juga dapat disebut dengan Build Own Operate (BOO). Dirinya mengatakan, skema yang mereka tawarkan menggunakan biaya dari perusahaan mereka tanpa membebani APBD Karo sendiri.

"Kalau memang kami dapat bekerjasama, sore ini kami akan meninjau lokasi TPA yang disediakan. Jika nanti setelah kita lihat lokasinya memenuhi syarat, dalam waktu dekat langsung kita buat kerjasamanya," katanya.

Mendapatkan tawaran ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengaku sangat mengapresiasi dan menyambut baik langkah dari PT Nses itu. Dirinya menyebutkan, program ini sangat membantu Pemkab Karo dalam melakukan penanganan sampah. Selain itu, mayoritas masyarakat Karo yang menjadi petani juga akan merasakan dampaknya, karena hasil pengolahan sampah yang dijadikan beberapa produk untuk membantu pertanian.

"Program ini juga memberikan dampak baik bagi petani, karena dapat dijadikan menjadi pupuk, briket dan sebagainya. Apalagi, sampah yang diolah nantinya dapat mengurangi beban polutan, mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor persampahan dan melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar dari bahaya yang ditimbulkan dari TPA," ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, Terkelin langsung memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karo Lisma bru Ginting untuk melakukan pendampingan. Ia menyebutkan, nantinya TPA yang pertama akan dilakukan pengecekan berada di Desa Nangbelawan, Kecamatan Kabanjahe.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved