Rusak Lingkungan Menahun, Galian C Pantai Acong akan Dilaporkan PTPN II ke Polda

Penggarapan ilegal lahan HGU milik PTPN II Tanjung Morawa yang sering disebut Pantai Acong di Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan

Rusak Lingkungan Menahun, Galian C Pantai Acong akan Dilaporkan PTPN II ke Polda
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Sat Reskrim Polres Binjai bersama Subdenpom I/5-2 Binjai menggerebek tambang Ilegal Pantai Acong di Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Maraknya Galian C Ilegal di Binjai terus menjadi sorotan. Di antaranya terkait penggarapan ilegal lahan HGU milik PTPN II Tanjung Morawa yang sering disebut Pantai Acong di Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Koordinator Humas PTPN II Tanjung Morawa, Sutan Panjaitan menjelaskan bahwa PTPN II saat ini sedang mempersiapkan berkas laporan secara resmi terkait penggarap ilegal yang merusak lingkungan ke Polda Sumatera Utara. Apalagi, masyarakat setempat juga resah dengan aktivitas penambangan Galian C selama ini.

"Kami masih koordinasi dengan penasihat hukum dan bagian aset untuk melaporkan ke Polda Sumut. Tambang ilegal itu masih HGU PTPN II," ujar Sutan, Jumat (23/8/2019).

Dia menerangkan, sejauh ini PTPN II sudah mengurus perpanjangan sertifikat HGU lahan yang berada Kelurahan Bhakti Karya. Katanya, saat ini PTPN II tinggal menunggu sertifikat resmi yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.

Ketua Binjai Corruption Watch, Gito Affandy mengatakan polisi harus bertindak sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Polisi diharapkan bergerak sesuai hukum, bukan karena adanya intervensi pihak lain.

"Jangan karena faktor X baru polisi bekerja. Jangan tunggu diperintah oleh siapapun," kata Gito.

Dia juga meminta, agar pihak Polda Sumut harus turun tangan mengusut penambangan ilegal yang telah puluhan tahun berlangsung 'Pantai Acong'. Pasalnya, selama ini, masyarakat juga takut melapor karena adanya kekhawatiran berupa intimidasi oknum-oknum premanisme.

"Polisi jangan menunggu harus ada yang mengadukan Galian C ilegal dan merusak aset negara dalam hal ini HGU. Penggerebekan galian C Pantai Acong ini bukan cerita baru. Bahkan sudah berulang-ulang. Mengapa seolah-olah polisi membuat persoalan tambang ilegal ini seperti persoalan baru," tukasnya.

"Harapan kita, agar pihak kepolisian jangan main-main, kalau mau main, dan kalau mau main-main jangan main. Kalau hanya sekedar lipservice saja untuk apa. Harus benar-benar lah bergerak bertindak," ungkapnya.

Sebelumnya, Senin 19 Agustus 2019 Sat Reskrim Polres Binjai bersama Subdenpom I/5-2 Binjai menggerebek tambang Ilegal Pantai Acong. Polisi berhasil mengamankan dua unit eskavator yang disembunyikan di balik bukit tambang. Sejauh ini, polisi masih memburu siapa penggarap atau pemilik usaha serta pemilik beko.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved