Saksi Bareskrim Polri Beberkan Safrizal Bertugas Bawa Sabu 134 Kg dari Aceh Ke Medan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun meghadirkan dua saksi dari personil Dirnarkoba Bareskrim Polri Safrul Murdi dan Rio Aditya.

Saksi Bareskrim Polri Beberkan Safrizal Bertugas Bawa Sabu 134 Kg dari Aceh Ke Medan
TRIBUN MEDAN/VICTORY
Kurir sabu seberat 134 kg Safrizal alias Jal Bin Nurdin menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (23/8/2019). 

Sejanjutnya oleh Terdakwa menyampaikan hal tersebut kepada Bang Pon.

"Selanjutnya terdakwa mendapat berita bahwa Abdul Kawi ditangkap kemudian Terdakwa mencaba menelpon Bang Pon namun nomor handphone Bang Pon tidak aktif lagi," ungkap Jaksa.

Selanjutnya Agustus 2017 bertempat di Hotel Green Alam Indah Kamar VIP Jl Jamin Ginting, Medan Selayang dan di Showroom Mobil UD.Keluarga Jl.Platina VII B No.17 Kelurahan Titi Papan Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, Petugas Polisi dari MABES Polri telah melakukan penggeledahan sekaligus penangkapan terhadap Syafruddin als.Din.

Dari lokasi tersebut ditemukan sabu yang telah diterima oleh Syarifuddin bersama dengan Azmi (DPO) pada bulan Juni 2017, bulan Juli 2017 dan bulan Agustus 2017 dari Abdul Kawi.

"Kemudian sabu berhasil disita petugas Polisi dari mobil mobil HRV berisi sabu seberat 32.000 gram, kemudian didalam mobil CRV berisi narkotika jenis sabu seberat 59.000 gram, sedangkan di dalam mobil Nissan berisi saabu seberat 43.300 gram," ungkap Jaksa.

Selanjutnya Januari 2019 Sat Gas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menerima informasi bahwa Terdakwa Safrizal yang merupakan DPO sedang berada di Aceh sehingga petugas polisi melakukan penyelidikan.

Lalu pada tanggal 4 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 Wib petugas polisi berhasil melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Safrizal dirumahnya di Dusun Mansur Desa Tanoh Anou Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur.

"Selanjutnya Terdakwa Safrizal beserta barang bukti alat komunikasi (hp) dibawa kekantor Direktorat Narkoba Bareskrim Jakarta Timur," ungkapnya

Jaksa Nur Ainun mengungkapkan bahwa terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved