Sanggar Pendidikan Silaturahmi Hapus Buta Huruf Anak Pinggir Sungai Deli

Sanggar Pendidikan Silaturahmi merupakan wadah belajar dan berkreatifitas anak-anak yang tinggal di pinggir sungai deli

Sanggar Pendidikan Silaturahmi Hapus Buta Huruf Anak Pinggir Sungai Deli
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Keseruan bincang-bincang kemerdekaan dengan tema apa arti Kemerdekaan yang sebenarnya, di Sanggar Pendidikan Silaturahmi Jalan Badur Nomor 2 Kecamatan Medan Maimun, Jumat (23/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Puluhan anak-anak terlihat asik bermain di depan bangunan sederhana bertuliskan Sanggar Pendidikan Silaturahmi.

Sanggar Pendidikan Silaturahmi merupakan wadah belajar dan berkreatifitas anak-anak yang tinggal di pinggir sungai deli, tepatnya di Jalan Badur Nomor 2 Kecamatan Medan Maimun.

Saat disambangi Tribun Medan, anak-anak sanggar sedang asik mengikuti bincang-bincang kemerdekaan bersama Danramil 05/MB - Kodim 0201/BS, Kapten Arm Eddy H Hutabarat dan Founder Yayasan Bangga Jadi Indonesia, Mora Nasution.

Ketua Ketua Kopasude, Adryan Dwi Pradipta mengatakan sanggar pendidikan silaturahmi didirikan tahun 2015 bekerjasama dengan masyarakat pinggir sungai deli, untuk memberikan pendidikan karakter yang edukatif dan kreatif kepada anak-anak sungai deli.

"Dulu untuk membuat sanggar ini kita adakan berbagai kegiatan untuk menggalang dana seperti pentas seni, open donasi, jual baju, dan lainnya," katanya.

Meski berada tepat dipinggir sungai deli bagunan tersebutbtetap kokoh berdiri. Selain itu kegiatan anak-anak sanggar juga beragam, bukan hanya soal pendidikan formal tapi juga pendidikan non formal yang membentuk karakter yang cerdas dan berkepribadian tangguh.

"Kita pakai sistem belajar nonformal yang lebih menekankan sisi kreatifitas anak. Relawan kita umumnya berasal dari mahasiswa," katanya

Ia mengatakan saat ini yang paling dibutuhkan oleh anak-anak pinggir sungai deli adalah perhatian semua pihak.

"Memang rata-rata anak-anak disini sekolah tapi terkadang kita lihat proses belajar mereka kurang efektif sebab kita liat, ada anak-anak yang nggak pande baca tetap dinaikkan kelasnya, makanya kita disini mendidik mereka lagi," katanya.

Untuk saat ini Ia mengatakan hampir 20 anak yang dulu ikut belajar membaca di sanggar pendidikan silaturahmi, sekarang sudah bisa membaca semua.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved