Terungkap Raut Wajah Lia Yulrifa (25) saat Bimbingan Calon Pengantin sebelum Ditemukan Gantung Diri

Lia Yulrifa (25 ditemukan meninggal gantung diri ternyata baru mengikuti bimbingan calon pengantin

Terungkap Raut Wajah Lia Yulrifa (25) saat Bimbingan Calon Pengantin sebelum Ditemukan Gantung Diri
Kolase Serambinews.com
Lia Yulrifa, surat rekomendasi nikah (tengah), dan Kepala KUA Luengbata, H Manshur S.Ag 

Ustaz Abdul Hadi menerangkan, dalam bimbingan calon pengantin tersebut dibahas materi secara umum saja. Hanya  saat dikupas tentang keridhaan, wajah almarhum Lia Yulrifa, terlihat agak sedih, begitu pula halnya dengan calon suaminya Hendra.

///

TRIBUN-MEDAN.COM -  Lia Yulrifa (25), gadis asal  Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, yang ditemukan meninggal gantung diri ternyata baru mengikuti bimbingan calon pengantin (catin) linto dan dara baro, di KUA Luengbata, Banda Aceh.

Hal itu diungkapkan Kepala KUA Luengbata, H Manshur SAg yang ditemui Serambinews.com, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, saat keduanya datang (Lia Yulrifa dan calon suaminya, Hendrawan Sofyan) ke KUA Luengbata, pasangan itu terlihat harmonis.

“Artinya, kalau tidak harmonis, mereka mungkin akan jalan sendiri-sendiri.

Tapi, saat itu mereka datang bersama, begitu juga saat pulang setelah selesai bimbingan calon pengantin (catin).

Makanya saya kaget begitu mendapat kabar, dara baro yang baru kami bimbing dua hari lalu itu meninggal tergantung,” kata Manshur.

Ia menjelaskan keduanya dibimbing oleh Ustaz Abdul Hadi.

Bahkan pasangan catin ini bersama dengan peserta catin lainnya yang mengikuti kegiatan yang sama pada hari saat itu mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.

“Seharusnya dara baro (Lia Yulrifa) itu bimbingan di daerahnya sendiri di Nagan Raya.

Tetapi, karena Hendra, calon suaminya itu meminta agar dibimbing sekalian di KUA Luengbata, dengan alasan nanti tidak repot-repot lagi saat tiba di Nagan Raya, sehingga bimbingan pun kami lakukan,” tambah Ustaz Abdul Hadi.

Ustaz Abdul Hadi menerangkan, dalam bimbingan catin tersebut dibahas materi secara umum.

Hanya saja saat dikupas tentang keridhaan, wajah almarhum Lia Yulrifa, terlihat agak sedih, begitu pula halnya dengan calon suaminya Hendra.

“Tapi, saya pikir itu adalah hal lazim dan biasa untuk para calon pangantin yang akan menikah.

Saya juga tidak berani menanyakan apa-apa, karena memang itu sudah biasa dan tidak pernah terpikir yang macam-macam, apa yang terlintas di pikiran mereka,” ungkap Abdul Hadi.

Kemudian, sambung Kepala KUA Luengbata ini, terkait beredarnya surat rekomendasi nikah antara keduanya, Lia Yulrifa dan Hendrawan Sofyan, pihaknya tidak pernah diedarkan ke publik.

Karena surat rekomendasi nikah berkop asli tersebut telah diberi ke pasangan tersebut.

Sehingga, siapa yang pertama kali mengedarkan surat rekomendasi nikah itu melalui WhatsApp dan beredar cepat di media-media sosial sejauh ini tidak diketahui.

“Lalu di atas kop surat KUA itu juga ditempel foto korban Lia dan calon suaminya Hendra.

Apa maksud diedarkan surat rekomendasi itu kami juga tidak tahu.

Karena, yang kita khawatirkan status perkawinan dari calon suami korban, Hendra yang masih bertuliskan sudah beristri.

Padahal Hendrawan Sofyan sudah 24 November 2017 lalu, sudah bercerai dan menyandang status duda.

Hanya kita sayangkan, kalau itu akan menjadi fitnah,” demikian Kepala KUA Luengbata, H Manshur SAg.

Lia Yulrifa ditemukan tewas di kamar kontrakannya
Lia Yulrifa ditemukan tewas di kamar kontrakannya (Kolase Tribun Medan)

Viral di Media Sosial

Dalam pemberitaan sebelumnya, beredar viral melalui grup-grup WhatsApp (WA) serta media sosial sebuah surat terakhir yang diduga milik seorang mahasiswi Aceh, Lia Yulrifa (25).

Gadis asal Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya itu ditemukan tewas tergantung di kusen pintu kamar rumah kontrakannya, di Lorong Tgk Diteupin Dusun Puklat, Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (21/8/2019) siang.

Dari foto isi surat yang beredar dan ikut diterima Serambinews.com (grup Surya.co.id), bertuliskan kata-kata yang diduga ditulis Lia sebagai pesan terakhirnya.

Surat tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi jenazah korban ditemukan meninggal tergantung.

Kondisi leher korban terjerat jilbab yang terikat di bagian kusen pintu kamar rumah kontrakannya itu.

Isi surat itu adalah: 

'Mama Maafin Lia.

Lia Sudah Buntu Jalannya.

Lia Rasa ini adalah jalan satu-satunya untuk menebus kesalahan yang ada pada Bang Hendra.

Lia sudah ingkar janji sama mama dan Bang Hendra.

Maafin Lia Ma, Ayah, Adek kakan Eza.

Lia sayang kali sama mama, ayah dan adek Lia, tapi Lia belum bisa membahagiakan kalian. Maaf'.

Surat diduga ditulis Lia Yulrifa
Surat diduga ditulis Lia Yulrifa (Capture WA)

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Krueng Barona Jaya, Iptu M Hasan, kepada Serambinews.com (grup Tribun-Medan.com), mengatakan surat yang tertulis di sehelai kertas tersebut ditemukan di lokasi mayat gadis tersebut ditemukan meninggal tergantung, plus sebuah pulpen.

Tapi, Iptu Hasan sendiri, mengaku tidak berani berkomentar terlalu jauh mengenai isi surat tersebut, termasuk siapa yang menuliskannya.

Menurut keterangan Putri Eliza (19), saksi pertama yang mengetahui dan melihat jasad Lia Yulrifa tergantung di pintu kusen kamar tidur korban itu, korban akan menikah pada tanggal 23 Agustus 2019, atau dua hari mendatang.

Tapi, polisi belum berani memastikan apa surat yang ditemukan dekat dengan jenazah Lia Yulrifa itu memiliki kaitan dengan rencana pernikahan korban pada Jumat, 23 Agustus 2019.

Diberitakan sebelumnya Warga Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, dihebohkan oleh peristiwa dugaan gantung diri seorang gadis cantik bernama Lia Yulrifa (25), asal Desa Kuta Trieng Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Rabu (21/8/2019) siang.

Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terjerat jilbab yang diikat di bagian kusen pintu kamar rumah kontrakannya di Lorong Tgk Diteupin Dusun Puklat desa setempat itu.

Insiden itu pertama kali diketahui oleh Putri Eliza (19), yang juga mahasiswi asal Nagan Raya yang saat itu ingin mencuci baju ke rumah kontrakan korban.

Baca: Kabar Terbaru Tewasnya Lia Yulrifa (25), Polisi Periksa HS Calon Suami Korban dan Putri Eliza (19)

Baca: Viral Pernikahan Kakek 83 Tahun dengan Wanita 27 Tahun, Terungkap 4 Fakta di Balik Cinta Keduanya

Baca: Pasangan Kekasih Umur 13 Tahun Nekat Lompat ke Sungai Demi Buktikan Cinta, Ini yang Terjadi

Pengantin Bunuh Diri Jelang Resepsi Pernikahan

Kasus serupa juga pernah terjadi di Kalimantan Selatan.

Pesta pernikahan seharusnya menjadi saat yang membahagiakan.

Tetapi, entah mengapa, Akhmad Mulyadi Noor (28), warga Kecamatan Kertak Hanyar, Banjarmasin, Kalsel, malah mengakhiri hidupnya Sabtu (21/1/2017) sekitar pukul 01.00, hanya selang sehari sebelum resepsi itu dilangsungkan. 

Dia ditemukan tak bernyawa tergantung di dapur rumah dengan seutas tali jemuran.

“Yang menemukan korban adalah teman satu kantornya di hotel Tree Park.

Temannya tersebut mengaku memang ingin berkunjung ke bedakan korban dengan niat numpang istirahat sepulang kerja,” ungkap Irus, ketua RT 04 kompleks Palapan Indah Km 8.

Irus mengaku kaget saat pintu rumahnya digedor warga, sekitar pukul 01.00 dini hari.

Warga memberitahukan Mulyadi ditemukan tergantung di kamar bedakannya.

Dia pun langsung menelepon polisi setelah mengecek Mulyadi itu dalam posisi tergantung di dapur menggunakan seutas tali jemuran.

Tak lama berselang olah TKP dilakukan. 

Apakah Irus mengetahui bahwa korban baru saja menikah pada Jumat siang dan akan melaksanakan resepsi hari Minggu ?

Irus mengaku baru mengetahuinya setelah kejadian.

Apalagi, dalam kartu keluarganya, sebut Irus, Mulyadi tercantum telah memiliki seorang istri dan anak perempuan.

“Baru tahu hari ini (Sabtu) bahwa korban baru saja menikah dan mau resepsi dari temannya.

Kata temannya juga, korban sudah cerai dari istri sebelumnya,” ungkap Irus. 

Terkait isi dari surat wasiat korban yang dibacakan polisi, Irus menerangkan bahwa korban minta maaf karena tidak bisa membahagiakan kedua orang tua beserta anaknya.

Dia juga berpesan kepada anaknya agar menjadi anak yang solehah.

“Malam itu saya tidak bisa membaca surat wasiatnya. Penglihatan saya sudah kurang, jadi cuma bisa mendengarkan polisi membacakannya,” tambah Irus. 

Kapolsek Kertak Hanyar, Iptu Ria Aryanti, membenarkan terkait peristiwa itu.

Namun dalam pemeriksaan sejumlah saksi semuanya tidak ada yang mengetahui apa penyebab dan motifnya.

“Sejumlah saksi mengetahui korban tergantung di belakang rumah bedakannya. Terkait resepsi perkawinan, kami tidak mengetahui,” jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Serambinews.com dengan judul Viral! Ini Isi "Surat Wasiat Terakhir" yang Diduga Milik Lia Yulrifa untuk Mamanya dan Cerita Saat Lia Datang ke KUA Luengbata Bersama Calon Suami Untuk Bimbingan Catin

Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved