Suster dan Ustazah Bernyanyi Bersama
Indahnya Keberagaman Indonesia, Suster dan Ustazah Kompak Bernyanyi Bersama
Bukan hanya umat Islam dan Katolik saja, namun beberapa komunitas Hindu, Budha hingga Protestan ikut memeriahkan kegiatan ini.
TRIBUN-MEDAN.com - Ditengah maraknya kasus Intoleransi yang terjadi di Indonesia baru-baru ini, keluarga Fransiskan seluruh Indonesia rangkul umat beragama, peringati 800 tahun Pertemuan Fransiskus dengan Sultan Malik Al-Kamil sebagai wujud perdamaian antar umat beragama yang digelar di Danau Toba Convention Center Jalan Imam Bonjol Nomor 17, Hamdan, Sabtu (24/8/2019).
Suasana haru, penuh perdamaian kala menyaksikan masyarakat dengan latar belakang agama yang berbeda beda dapat duduk berdampingan dan saling menyapa dalam acara tersebut.
Para suster dan ustazah bernyanyi bersama, menyerukan perdamaian.
Bukan hanya umat Islam dan Katolik saja, namun beberapa komunitas Hindu, Budha hingga Protestan ikut memeriahkan kegiatan ini.
Ketua panitia, Pastor Hilarius Kemit, OFMCap mengatakan seharusnya masyarakat dapat belajar dari 800 tahun lalu, meski saat ini berada pada era modern, sebab konflik umat beragama di Indonesia tetap terjadi.
"Kita perlu mengingat kembali peristiwa luar biasa 800 tahun lalu saat pertemuan Fransiskus dengan Sultan Malik Al-Kamil di Mesir tahun 1219, pada perang salib yang kelima itu Fransiskus justru membawa perdamaian ditengah pertempuran dan peperangan," katanya
Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi dan persaudaraan melalui dialog perdamaian dengan tema bejalar dari sultan Malik Al-Kamil dan Fransiskus dari Assisi dalam membangun dialog damai di Mesir.
"Kita mengundang dua pembicara dari Fransiskan dan dua lagi perwakilan umat muslim, pembicaraan ini untuk menggali nilai-nikai dalam diri Fransiskus dan Sultan Malik Al-Kamil yang bisa bertemu di kancah peperagan dan membangun perdamaian, semangat itu yang mau kita tarik jadi milik kita," katanya
Ia mengatakan perayaan 800 tahun ini sangatlah penting, sebab mengingat keadaan masyarakat Indonesia yang saat ini sangat mudah diserang isu-isu agama, sehingga masyarakat perlu belajar perdamaian sejati dari masa lalu.
"Saat ini kita sangat rentan dengan perpecahan, justru seperti saat ini, Fransisikus dahulu menembus kebencian itu dengan perdamaian, karena keinginan berdamai itu dimiliki setiap umat manusia, ketika kita hadir dengan keterbukaan maka perdamaian akan terwujud, karena tidak ada agama yang mengajarkan keburukan," katanya.
Tidak kalah menarik, acara ini juga dilengkapi dengen penampilan teater, musik dan lainnya.
Uniknya pada saat penampilan musik dan teater umat Katolik dan Muslim saling berkolaborasi menciptakan alur cerita yang sangat menarik.
(cr21/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/800-tahun-pertemuan-fransiskus-dengan-sultan-malik-al-kami.jpg)