Politisi Malaysia Tolak Masuk Gojek, Dianggap Lecehkan Martabat dan Langgar Hukum Syariah

Seorang politisi Malaysia bernama Khairuddin Aman Razali menolak masuknya startup asal Indonesia, Gojek, ke negaranya.

Politisi Malaysia Tolak Masuk Gojek, Dianggap Lecehkan Martabat dan Langgar Hukum Syariah
dok
Go-jek 

Yang ada, menurutnya, lapangan kerja sebagai driver layanan roda dua jelas melecehkan martabat generasi muda Malaysia.

PAS merupakan partai beraliran Islam konservatif yang berkuasa di Negara Bagian Kelantan serta Terengganu. Adapun Gojek sudah disetujui kabinet Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Dikutip dari Nikkei Asian Review, Putrajaya sudah menyepakati rencana Gojek untuk membuka usahanya di sana. Permohonan tersebut dikabulkan Rabu (21/8/2019).

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq juga mengumumkan mengenai penyetujuan rencana bisnis Decacorn itu di Negeri "Jiran".

"Kami ingin memastikan para pengguna motor bisa mendapatkan lapangan kerja," ucap Saddiq dalam video yang diunggah pada akun Twitter pribadinya.

Tahun lalu, Malaysia membatalkan pengesahan layanan ride-hailing untuk melindungi pengendara dan penumpang.

Selain itu pada 2017, pemerintah melarang beroperasinya penyedia layanan ride-hailing setempat, Dego Ride karena masalah keamanan.

Analisis Kementerian Transportasi pada saat itu menemukan bahwa risiko pengendara sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan fatal adalah 42,5 kali lebih tinggi daripada untuk bus dan 16 kali lebih tinggi daripada mobil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dianggap Lecehkan Martabat Generasi Muda, Politisi Malaysia Tolak Gojek"

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved