Populasi Kekurangan Wanita Dijadikan Istri, Pria China Mencari Pasangan Hidup Sampai ke Indonesia

Sudah tiga tahun terakhir, atau sejak 2016, pemerintah China memutuskan untuk mencabut salah satu aturan mereka

Populasi Kekurangan Wanita Dijadikan Istri, Pria China Mencari Pasangan Hidup Sampai ke Indonesia
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Sudah tiga tahun terakhir, atau sejak 2016, pemerintah China memutuskan untuk mencabut salah satu aturan mereka: kebijakan satu anak.

Diperkenalkan pada 1979 silam, kebijakan itu dicabut setelah Negeri "Panda" menghadapi penurunan tenaga kerja yang bersumber dari populasi yang menua.

Dampak lain yang terasa dari kebijakan satu anak yang diperkenalkan oleh mendiang Pemimpin China Deng Xiaoping itu adalah para pria di sana kekurangan istri.

Berdasarkan pemberitaan SCMP Juni 2015 dan studi Institute for Family Studies Desember 2018 memaparkan, terdapat 120 anak laki-laki dibanding perempuan.

Artinya dalam empat dekade terakhir, terdapat 30 juta lebih banyak bocah laki-laki dibanding perempuan disebabkan nilai tradisional bahwa pria harus didahulukan.

Ketimpangan itu membuat para pria kesulitan mencari istri. Sebabnya, kalangan wanita mempunyai daya tawar untuk menolak laki-laki yang tidak mempunyai uang.

Akibatnya, generasi pria yang lajang masuk ke dalam "cabang telanjang". Karena mereka sama sekali tidak bisa dimasukkan ke dalam garis silsilah keluarga tanpa memiliki keturunan.

Ketimpangan, ditambah tekanan finansial yang harus dihadapi demi mendapat pasangan, membuat para pria China dilaporkan mulai melakukan berbagai macam cara.

Mereka bahkan bersedia membeli istri dari pelaku perdagangan orang.

Pada awal 2018, penegak hukum menyelamatkan 17 gadis Vietnam dan menahan 60 penyelundup manusia.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved