Fauzi Rintis Usaha Roti Kukus Hijrah dengan Modal Rp 4 Juta

Peluang untuk mendapatkan pasar dalam bisnis kue terbilang cerah dan besar. Bahkan, seorang pemula sekalipun bisa mencetak untung dari bisnis ini.

Fauzi Rintis Usaha Roti Kukus Hijrah dengan Modal Rp 4 Juta
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pemilik Roti Kukus Hijrah, Fauzi Zubaidi saat membuat roti pesanan. Harga Roti Kukus Hijrah ini mulai Rp 4 ribu sampai Rp 7 ribu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ada banyak lini bisnis yang bisa dijadikan sebagai pilihan. Bahkan, diantaranya bisa dijadikan awalan oleh pemula. Saat ini berbagi informasi makin dimudahkan dan ini menjadi nilai lebih yang akan menguntungkan calon pebisnis.

Salah satu bisnis yang bisa jadi awalan dengan prospek yang menjanjikan adalah bisnis kue. Peluang untuk mendapatkan pasar dalam bisnis kue terbilang cerah dan besar. Bahkan, seorang pemula sekalipun bisa mencetak untung dari bisnis ini.

Pemilik Roti Kukus Hijrah, Fauzi Zubaidi mengatakan usaha roti kukus hijrah ini berdiri pada Januari 2019 lalu.

Usaha ini hadir memang karena ia hijrah dari sebuah perusahaan swasta di bidang retail ke usaha roti kukus sehingga ia menamakannya roti kukus hijrah.

Untuk merintis usaha ini, kata Fauzi, ia menggeluarkan modal sebesar Rp 4 juta. Awalnya, ia buka di persimpangan Universitas Negeri Medan (Unimed). Sayangnya selain sewa tempat cukup mahal, ternyata pembeli juga sangat sedikit atau kurang jalan.

Alhasil ia memutuskan pada Bulan Februari untuk pindah ke jalan Selamat Ketaren berdekatan dengan kawasan komplek MMTC.

"Roti kukus ini saya kenal awalnya dari Kota Bandung. Lalu cara membuatnya saya lihat di tutorial YouTube dan mengaplikasikannya. Di Medan itukan cemilan roti bakar cukup digandrungi masyarakat, jadi saya buat yang baru meski bahan baku sama tapi proses masaknya saja berbeda, roti ini dikukus," ucap Fauzi.

Agar menarik dan mencuri perhatian masyarakat, lewat gerai rotinya ia buat semenarik mungkin, yaitu menggunakan gerobakan yang didesain unik.

Sedangkan untuk rasa Roti Kukus Hijrah ini terdapat delapan rasa dan dengan tiga jenis topping. Diantaranya rasa coklat, tiramisu, pokat, dan untuk topingnya ada keju, kacang dan marshmellow.

"Proses pembuatan roti kukus ini cukup mudah, hampir mirip seperti proses pembuatan roti bakar. Rotinya dibelah diolesi mentega lalu diberi selainya dan toping lalu dikukus. Alasannya dikukus agar beda dan juga rotinya lebih lembut," katanya.

Adapun harga Roti Kukus Hijrah ini mulai Rp 4 ribu sampai Rp 7 ribu. Gerai Roti kukus hijrah ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.30 WIB. Diakuinya, dalam sehari ia bisa habis 60 pc perhari.

"Kalau sepi hanya laku 20 pc perhari, kalau rame bisa laku sampai 100 PC lebih perhari tetapi standardnya 60 pc perhari," ucapnya.

Ia berharap roti kukus ini dapat menambah cemilan baru dan menciptakan peluang ekonomi dari sesuatu yang baru dan belum ada di kota ini. Selain itu, usaha ini dapat berkembang terus serta usaha ini bisa menjadi usaha franchise.

"Impian saya dapat mengembangkan usaha ini menjadi usaha franchise. Tetapi kita usahakan yang satu ini berhasil dulu baru kita franchise-kan dan ketika kita tawarkan ke orang lain bisa memperlihatkan yang sudah berhasil," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved