News Video

Woman's Self Defense Tingkatkan Kepekaan Wanita dengan Kejahatan Jalanan

Latihan beladiri wanita oleh Komunitas Brazilian Jiujitsu Ryu Dojo ini diikuti 25 kaum hawa. Mereka melakukan teknik dasar penguncian.

Woman's Self Defense Tingkatkan Kepekaan Wanita dengan Kejahatan Jalanan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kegiatan beladiri dasar bertajuk Woman Self Defense yang digagas Ryu Dojo kepada para wanita di Kota Medan. Tampak Inandya mengajarkan teknik kuncian. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mengusung konsep Woman Self Defense, Komunitas Brazillian Jiujitsu Ryu Dojo mencoba meningkatkan kepekaan para wanita terhadap kejahatan jalanan. Dengan mengundang Inandya Citra sebagai Coach (pelatih), diharapkan para wanita dapat memahi betul teknis dasar yang efisien dalam waktu membela diri.

Latihan beladiri wanita oleh Komunitas Brazilian Jiujitsu Ryu Dojo ini diikuti 25 kaum hawa. Mereka melakukan teknik dasar penguncian ataupun melepaskan kuncian.

Dedy Dwi Putra yang juga dikenal sebagai dokter radiologi mengatakan kegiatan ini adalah upaya membuktikan bahwa Brazilian Jiujitsu (BJJ) bisa dipakai wanita.

"Jadi kita latihannya, bagaimana Brazilian Jiujitsu bisa diajarkan ke teman teman perempuan. Ini dasar bagaimana melepaskan diri dan melawan dengan jurus yang efektif, baik dengan cekikan, pegangan, hempasan yang bisa diterapkan sehari-hari" ujar Dedi.

Dedy mengatakan latihan ini dilangsungkan di Powerbox, Jalan S. Parman, Medan, sejak pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, Minggu (25/8/2019).

Kegiatan bertajuk Woman Self Defence ini diharapkan bisa rutin dilaksanakan. Mengingat angka kejahatan jalanan di Kota Medan masih tinggi. Kemudian diharapkan dengan adanya pelatihan ini, para wanita bisa membekali kemampuan beladirinya bila mana terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

"Belakangan ini kan banyak peristiwa kekerasan, khususnya pada wanita. Kita ingin mereka bisa berjuang dengan dirinya sendiri, tanpa meminta bantuan orang lain diwaktu yang sedikit," katanya.

Senada dengan Dedy, Inandya mengatakan bahwa teknik yang ia ajarkan adalah Brazilian Jiujitsu. Ia membagi pertahanan bagaimana saat terjadi pencopetan, atau dipegang orang.

"Nah lakukan pertahanan dan bagaimana caranya keluar dari situ dan kemudian membalikan serangannya," ujar Inandya.

Wanita berparas ayu ini mengatakan latihan latihan kepekaan sangat perlu dilakukan oleh kaum hawa. Meski demikian, kepekaan sebenarnya sudah ada di benak perempuan namun mereka lebih memiliki untuk berdiam saja di rumah.

"Iya ini yang perlu dilatih sebenarnya. Banyak wanita itu sebenarnya sudah peka. Peka saja pun tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kemampuan pertahanan diri. Perlu latihan yang rutin dengan teknik dasar dan fisik yang bugar," jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa banyak perempuan memilih hanya berdiam diri di rumah dengan ketakutan yang ada dalam pikirannya. Namun ia mengajak bagaimana agar bisa mengukur dan memahami kondisi di luar sana.

"Nah, kalau keluar tengah malam juga kita enggak anjurin. Tapi bagaimana bisa mereka (para wanita) ini bisa paham, oh ini waktunya masih aman atau tidak aman untuk keluar rumah. Oh, yang melawan cuman satu orang, oh, yang menyerang pakai senjata. Dari peristiwa tersebut harus bisa mengambil sikap," pungkasnya.

Inandya dan Dedy berharap apa yang diajarkan dalam kursus beladiri kali ini dapat diingat ingat para peserta. Terkhusus Dedy, ia berharap agar ada sponsor yang mau mendukung mereka agar para wanita bisa lebih banyak dijangkau dengan pembekalan beladiri dasar.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved