Jadi Tuan Rumah Liga 3, Stadion Baharoeddin Siregar Bau Pesing

Selain PSDS tim yang masuk di Pool A ini ada juga tim dari PS. TGM, Medan Soccer FC, Medan Utama FC, PS Polres Deliserdang dan PS Harjuna Putra.

Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Lintasan pemain di Stadion Baharoeddin Siregar yang menyengat bau pesing, Senin (26/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam ditetapkan oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI sebagai tempat pelaksanaan pertandingan kompetisi Liga 3 Indonesia zona Sumut.

Markas tim kesebelasan PSDS ini menjadi tempat pertandingan untuk klub-klub yang masuk dalam Pool A.

Selain PSDS tim yang masuk di Pool A ini ada juga tim dari PS. TGM, Medan Soccer FC, Medan Utama FC, PS Polres Deliserdang dan PS Harjuna Putra.

Pantauan Tribun Senin, (26/8), meskipun kondisi stadion Baharoeddin Siregar sudah dianggap standart oleh Asprov PSSI sebagai tempat pertandingan liga III namun ada hal lain yang kini menjadi perbincangan banyak orang. Di area tempat lintasan pemain menuju lapangan hingga kini masih tercium bau yang tidak sedap. Walaupun kondisi ini sudah lama terjadi namun hingga kini belum ada tindaklanjut dari pihak terkait.

" Bagaimana enggak bau karena paritnya tumpat. Air dari kamar mandi tidak mengalir jadi tergenang semua di sini. Kalau kamar mandi sudah bagus tapi airnya aja yang kadang tidak normal,"kata salah seorang pengurus tim PSDS yang tidak ingin disebutkan namanya.

Selain persoalan bau, lintasan atletik pinggir lapangan juga terlihat semak. Rumput teki terlihat tumbuh subuh di sekitar lintasan atletik. Karena kondisi ini memperburuk keindahan stadion karena kurang perawatan.

Ketua Umum PSDS, Khairum Rizal menyebut pada dasarnya tanggungjawab untuk pengelolaan stadion ini adalah Bagian Umum Sekretariat Kantor Bupati. Atas informasi yang disampaikan ia akan lakukan kordinasi secepat mungkin kepada Bagian Umum. Diharapkannya agar ada tindaklanjut yang cepat dari Bagian Umum.

" Ya harus cepat dikerjai lah sama Bagian Umum, agar jangan bau lagi. Terimakasih lah informasinya. Wartawan bagus seperti itu (berikan kritik) harus begitu penciuman dan penglihatannya. Harusnya Bagian Umum ini juga karena stadion adalah tanggungjawabnya ya dipantau jugalah,"kata Khairum.

Kabag Umum Sekretariat Kantor Bupati, Eko Sapriadi tidak bersedia untuk memberikan komentar. Berulang kali nomor ponselnya dihubungi namun tidak bersedia menjawab. Pesan singkat yang dikirimkan juga tidak mendapat balasan.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved