Lupa Cuci Piring, Anak Perempuan 12 Tahun Dipukuli Tantenya
Ia menambahkan bahwa dia hanya mengunjungi putrinya sebulan sekali ketika dia bekerja di sebuah pabrik di Kapar.
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang remaja perempuan dianiaya oleh tantenyanya, disebut karena lupa mencuci piring.
Asisten Komisaris Polisi Wilayah Klang Selatan, Shamsul Amar Ramli mengatakan, korban berusia 12 tahun.
Ia mengalami cidera di jari, paha, punggung, paha, dan memar di kepalanya.
Pihak sekolah yang melihat luka anak itu segera melaporkan pada ibunya, pada Rabu (21/8/2019).
Ibu anak itu mengatakan bahwa anaknya dirawat oleh tante anak itu di Kota Botani.
Untuk biaya tinggal di sana, ibu anak itu membayar sekitar 600 Ringgit (Rp 2 juta).
Ia menambahkan bahwa dia hanya mengunjungi putrinya sebulan sekali ketika dia bekerja di sebuah pabrik di Kapar.
Menurut keterangan korban, ia dipukuli beberapa kali oleh tersangka dengan tongkat karena tidak mencuci piring.
Bertindak berdasarkan laporan polisi, tersangka berusia 38 tahun itu ditangkap dan akan menjalani proses pemeriksaan berdasarkan Bagian 31 (1) dari UU Anak 2001.
Korban dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah (HTAR) untuk dirawat.
Kejadian serupa juga terjadi Malaysia awal Agustus.
Seorang lelaki di Lahad Datu, Malaysia menderita luka-luka serius setelah ditebas pakai parang, Selasa (29/7/2019) yang diyakini akibat mengingatkan teman serumahnya untuk mencuci piring setelah makan.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/seorang-remaja-perempuan-dianiaya-oleh-tantenya.jpg)