Samosir Musik Internasional Sukses Dongkrak Wisatawan ke Danau Toba

"Event ini luar biasa, dan terbukti semua hotel penuh. Pedagang juga beruntung, sebagian pedagang musiman yang berjualan juga ikut merasakan,"

Samosir Musik Internasional Sukses Dongkrak Wisatawan ke Danau Toba
TRIBUN MEDAN/HO/PILOT DRONE ANAK TAO/FEBRY TUA SIALLAGAN
Suasana keramaian saat berlangsungnya Samosir Musik Internasional (SMI) di Kelurahan Tuktuk, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Penonton tampak tumpah ruah, Sabtu (24/8/2019) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Samosir Musik Internasional (SMI) yang diselenggarakan dua hari di Kelurahan Tuktuk, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, berhasil mendongkrak pengunjung.

Febri Tua Siallagan,  tokoh muda di Samosir mengakui SMI jelas membawa dampak ekonomi yang baik bagi pegiat wisata khususnya saat penyelenggaraan event pada 23-24 Agustus 2019, lalu.

"Event ini luar biasa, dan terbukti semua hotel penuh. Pedagang juga beruntung, sebagian pedagang musiman yang berjualan juga ikut merasakan,"ujar Febri yang juga merupakan pelaku wisata tersebut. 

Dia berharap, tahun ke tahun SMI berlangsung kian membaik. Penyelenggaraan SMI ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

SMI menampilkan kolaborasi musik Batak dan Mancanegara. Agenda tahunan ini, menjadi daya tarik bagi ribuan penonton yang hadir,  yang ingin menyaksikan penampilan musisi Indonesia, dari Jerman, Austria, Malaysia dan Belanda.

Dari ketinggian tampak penonton tumpah ruah menghadiri Samosir Musik Internasional di Tuktuk,Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu (24/8/2019) lalu.
Dari ketinggian tampak penonton tumpah ruah menghadiri Samosir Musik Internasional di Tuktuk,Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu (24/8/2019) lalu. (TRIBUN MEDAN/HO/PILOT DRONE ANAK TAO/FEBRY TUA SIALLAGAN)

SMI kali ini merupakan acara di tahun kelima yang selalu diadakan di Kabupaten Samosir, yang menjadi daya tarik wisatawan yang berlibur ke Danau Toba. Rangkaian acara dilakukan selama dua hari,  dengan mengundang musisi Indonesia seperti Vicky Sianipar, Alex Hutajulu dan Alsan Nababan.

Sedangkan musisi mancanegara, seperti Herman Delago dari Austria yang telah fasih berbahasa Batak dan Indonesia, lalu Bagjuoce dari Malaysa,  Salam Musik dari Malaysia dan Sons Preachers dari Jerman. Penyelenggara, mengambil tema persatuan dalam musik.

Uniknys, seluruh musisi diharuskan membawa lagu Batak. Musisi yang tampil, telah melalui seleksi selama lima bulan dan kemudian dipilih yang siap serta lancar dalam menyanyikan lagu Batak.

Penonton tumpah ruah menghadiri Samosir Musik Internasional di Tuktuk,Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu (24/8/2019) lalu.
Penonton tumpah ruah menghadiri Samosir Musik Internasional di Tuktuk,Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu (24/8/2019) lalu. (TRIBUN MEDAN/HO/PILOT DRONE ANAK TAO/FEBRY TUA SIALLAGAN)

Untuk genre musik, Henry Manik menyebut sepenuhnya menyerahkannya kepada musisi.

Menurut penyelenggara, konsep seluruh musisi harus membawakan lagu tertentu, dan masih satu-satunya di Indonesia.

Kata Henry, setidaknya 8.000 ribu penonton yang hadir melebihi target mereka. Para penonton yang datang dari berbagai daerah terlihat kompak ikut bernyanyi.

(jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved