Keluh Kesah Kepala Disdukcapil Kota Medan Harus Fasilitasi 12 Juta Dokumen Administrasi Penduduk

"Kita sudah mendistribusikan 30 ribu KIA sejak Juni lalu. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan keberadaan blanko KIA. Karena pasti ada," ujarnya.

Keluh Kesah Kepala Disdukcapil Kota Medan Harus Fasilitasi 12 Juta Dokumen Administrasi Penduduk
DANIL SIREGAR
Petugas melayani warga melakukan proses perekaman e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Medan, Selasa (15/1). Jelang Pilpres 2019, KPU bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal melakukan percepatan perekaman dan pencetakan e-KTP. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Medan, Zulkarnain mengatakan, setiap masyarakat setidaknya membutuhkan 4 hingga 5 dokumen pokok kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga Akta Nikah.

Dengan catatan 2,7 juta masyarakat Kota Medan, Kadisdukcapil harus menyiapkan 12 juta dokumen kependudukan. Baik penertiban baru maupun perubahan status.

"Ada 12 juta dokumen yang harus difasilitasi. Sekitar 1500 hingga 2000 dokumen permohonan setiap harinya. Yang paling banyak itu KK (700-800 per hari), akta kelahiran (200-500) dan Surat keterangan permohonan identitas diri atau KTP (300-800)," katanya, Selasa (27/8/2019).

Ia mengatakan, isu pelayanan publik yang paling pokok adalah bagaimana menyelenggarakan pelayanan yang sederhana, cepat dan punya kepastian waktu.

"Cakupannya luar biasa. Bagaimana kita menciptakan pelayanan yang sederhana, cepat dan punya kepastian waktu, pertama meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap tempat pelayanan administrasi kependudukan yang diperlukan," katanya.

Kalau jauh, artinya tidak sederhana, katanya. Karenanya, Disdukcapil Kota Medan menempaykan petugas-petugasnya di kecamatan sebagai unsur aministrator dan operator Disdukcapil di kecamatan untuk melayani permohonan-permohonan dokumen kependudukan masyarakat.

"Kita juga mendekatkan akses dengan bekerja sama dengan institusi pelayanan publik yang lain. Contohnya rumah sakit untuk memberikan akta kelahiran bagi anggota keluarga yang baru melahirkan," lanjutnya.

Mereka juga bekerja sama dengan dinas pendidikan (Disdik) dan terutama satuan-satuan sekolah yang dinaungi Disdik. Terutama untuk pelayanan kartu identitas anak (KIA).

"Pemohonan KIA pada saat ini rata-rata setiap hari ada 1000. Kita membangun kerja sama dengan sekolah untuk menyederhanakan prosedur-prosedur pendaftaran administasi dan memberikan kepastian," ujarnya.

Nantinuya, dengan mendaftar melalui sekolah, Disdukcapil akan memproses permohonan KIA lalu diantarakan kembali ke sekolah. Pihak sekolah yang membagikan dokumennya.

"Kita terus mengembangkan fungsi-fungsi inovatif khusus untuk KIA. Saat ini kita sudah mengikat perjanjian kerja sama dengan PD Pembangunan. Yang mengelola kebun binatang dan Kolam Deli," katanya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved