Warga Miskin Yang Mau Opname di RSUD Deliserdang Akan Dijemput dari Rumah

Diakui bahwa pelayanan ini sebenarnya mengadopsi apa yang telah dilakukan terlebih dahulu oleh RSUD Kulon Progo.

Warga Miskin Yang Mau Opname di RSUD Deliserdang Akan Dijemput dari Rumah
Tribun Medan/Indra Sipahutar
RSUD Deliserdang 

TRIBUN-MEDAN.com - Managemen RSUD Deliserdang terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pasca adanya rekomendasi dari Kementerian Kesehatan atas penurunan tipe dari B ke C.

Salah satu bentuk peningkatan kualitas pelayanan tersebut adalah akan dilakukannya penjemput pasien ke rumah. Hal itu hanya berlaku untuk pasien yang diidentifikasi akan dilakukan opname di rumah sakit.

Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri SpKJ menyebut saat ini mereka sedang menyiapkan sarana transportasi khusus untuk melakukan penjemputan.

Ditegaskan kalau pelayanan tersebut nantinya dikhususkan untuk dinikmati oleh pasien yang kurang mampu.

Diakui bahwa pelayanan ini sebenarnya mengadopsi apa yang telah dilakukan terlebih dahulu oleh RSUD Kulon Progo.

" Ya akan dijemput ke rumah pasiennya nanti naik ambulan tapi khusus yang tidak mampu. Kita akan kordinasi nanti sama pihak Puskesmas dan bidan-bidan yang ada di Desa benar memang tidak mampu atau tidak karena gratis. Kalau anggaran sudah kita siapkan tahun ini termasuk untuk pengusulan di tahun 2020,"ujar Hanif Fahri ketika diacara forum konsultasi publik di RSUD Deliserdang Selasa, (27/8/2019).

Suasana ketika acara forum konsultasi publik di ruang aula RSUD Deliserdang, Selasa, (27/8/2019).
Suasana ketika acara forum konsultasi publik di ruang aula RSUD Deliserdang, Selasa, (27/8/2019). (Tribun Medan / Indra)

Untuk layanan pertama, lanjut Hanif akan diujicobakan pada bulan September mendatang. Pada tahap ujicoba ini akan dilakukan pelayanan untuk tiga Kecamatan seperti Lubukpakam, Tanjung Morawa dan Bangun Purba.

Karena pada pelaksanaan nantinya bidan desa juga akan dilibatkan ia yakin kalau masalah ini tidak akan timbang tindih dengan fungsi yang dimiliki oleh pihak Puskesmas.

" Kalau ambulan Puskesmas kan lebih ke promotif atau preventif sedangkan kita lebih ke perawatan. Untuk dana awal pada ujicoba kita sudah siapkan anggaran 100 juta dulu. Kita juga ini siapkan armada karena di tempat kita ada 6 ambulan dan yang layak pakai ada 4. Kita juga harus sesuaikan jangan sampai yang di sini nanti kekurangan ambulan. Yang jelas harus ujicoba dululah biar tahun 2020 nanti bisa semakin baik," kata Hanif.

Ia menambahkan dari kajian yang telah dilakukan, program jemput pasien yang kurang mampu ke rumah ini memang sangat diperlukan.

Hal itu lantaran fakta di lapangan banyak masyarakat yang kurang bukan hanya kesulitan untuk biaya pemenuhan pengobatan kalau sedang sakit namun juga terkadang yang menjadi kendala adalah persoalan transportasi menuju dan pulang dari rumah sakit.

Diharapkannya jika program ini telah berjalan maka warga miskin akan semakin lebih terbantu.

" Yang jelas keadaan terakhir RSUD kita hingga saat ini masih kelas B. Kemarin kita dirivieu oleh Kemenkes diminta untuk menyesuaikan (jadi tipe C). Tapi kita sudah berikan sanggahan dan semoga tetap di B. Rencananya September akan diumumkan oleh Kemenkes mudah mudahan kita tetap di B karena rumah sakit kita ini merupakan rumah sakit pendidikan dan dekat dengan Bandara Internasional Kualanamu," kata Hanif.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved