Dilantik Oktober 2019, Anggota DPRD Dairi yang Baru akan Dapat Pin Emas, Jas, dan Celana Panjang

Selain pin emas, para anggota dewan terpilih hasil Pemilu 17 April 2019 silam ini bakal mendapat jas dan celana panjang.

Dilantik Oktober 2019, Anggota DPRD Dairi yang Baru akan Dapat Pin Emas, Jas, dan Celana Panjang
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Pengendara sepeda motor melintas di depan Kantor DPRD Kabupaten Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - 35 Anggota DPRD Dairi periode 2019-2024 akan mendapat pin emas untuk kelengkapan busana mereka saat upacara pengambilan sumpah/janji tanggal 14 Oktober 2019 mendatang.

Selain pin emas, para anggota dewan terpilih hasil Pemilu 17 April 2019 silam ini bakal mendapat jas dan celana panjang.

Sekretaris DPRD Dairi, Wesly Manullang mengatakan, penyediaan pin emas beserta jas dan celana panjang tersebut bagi anggota DPRD Dairi baru akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.

"Tahun ini enggak sempat. Tahun depan baru kita lakukan. Hak mereka tidak akan hilang. Anggota dewan periode 2014-2019 juga begitu. Setahun setelah dilantik baru kita berikan pin emas mereka," ujar Wesly saat ditemui, Rabu (28/8/2019).

Wesly menyebut, tiap-tiap anggota DPRD Dairi mendapat pin emas seberat lima gram. Untuk total anggaran yang dibutuhkan, Wesly belum bisa memastikan.

"Anggarannya tergantung harga berlaku saat itu. Jadi, tidak bisa saya pastikan. Saya juga lupa berapa persisnya anggaran pengadaan pin emas tahun untuk DPRD periode lalu. Rp100 jutaan lah," kata Wesly.

Wesly mengatakan, pengambilan sumpah/janji 35 Anggota DPRD Dairi periode 2019-2024 akan dilangsungkan di Gedung DPRD Dairi, oleh Ketua Pengadilan Negeri Sidikalang.

Usai pengambilan sumpah/janji nanti, Ketua Pengadilan akan menyematkan secara simbolis replika pin emas ke baju anggota DPRD bagian dada.

Selanjutnya, Weslu menyebut, Sekretariat DPRD Dairi tengah menyusun berkas pengusulan oleh Bupati Dairi kepada Gubernur Sumut untuk surat pengangkatan ke-35 anggota dewan yang akan dilantik

Ia menambahkan, pihaknya tak ingin terburu-buru mengadakan pin emas ini lantaran ada ketentuan baru.

"Kita masih gamang soal pin emas ini, sebab ketentuan yang baru mengatur, penyediaan pin emas bagi anggota DPRD bukan lagi lewat pengadaan barang/jasa, melainkan lewat belanja modal, sehingga menjadi aset daerah. Artinya, setelah tak lagi menjabat, harus dikembalikan," tutur Wesly mengakhiri.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved