Kadisperindag Sumut Zonny Waldi: e-smart IKM Beri Manfaat Perluasan Pasar

Zonny Waldi mengatakan pengembangan IKM menjadi standar penting karena mampu bertahan dalam krisis ekonomi global.

Kadisperindag Sumut Zonny Waldi: e-smart IKM Beri Manfaat Perluasan Pasar
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Utara, Zonny Waldi di sela-sela acara Workshop e-Smart IKM oleh Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) di Santika Dyandra Hotel, Medan, Rabu, (27/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Ratusan Industri Kecil Menengah (IKM) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendapatkan Workshop e-Smart IKM oleh Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) di Santika Dyandra Hotel, Medan, Rabu, (27/8/2019).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Utara, Zonny Waldi mengatakan pengembangan IKM menjadi standar penting karena mampu bertahan dalam krisis ekonomi global.

"IKM sudah diuji, saat krisis ekonomi kita tahun 1998, ekonomi industri kecil bisa bertahan sedangkan industri yang besar banyak yang ambruk. Pembangunan industri kecil menengah juga harus memperhatikan beberapa aspek termasuk kearifan lokal dan sumber-sumber daya daerah," ujar Zonny.

Diakuinya, dengan memanfaatkan platform digital dan melalui kerjasama dengan perusahaan startup di Indonesia maka program e-smart ikm ini dapat meningkatkan pengembangan kapasitas sektor yang mendominasi populasi di Indonesia. Tahun 2017 hingga 2018 terdapat 150 IKM dengan 450 produk IKM yang sudah memiliki lapak atau toko digital berbagai marketplace yang ada di Indonesia.

"Latar belakang pelaksanaan program esmart didasari untuk mengembangkan ekonomi berbasis digital, peningkatan ekspor ikm serta perluasan akses pasar dan akses pendanaan. E-smart IKM ini akan memberikan manfaat perluasan pasar IKM melalui promosi online, biaya promosi dan mendapatkan program pembinaan dari pemerintah," ungkapnya.

E-smart IKM mengusung sembilan komunitas unggulan yang akan dikembangkan pemasaran melalui e-commerce antara lain kosmetik, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, furniture, herbal dan produk logam.

"E-smart IKM memberi keuntungan seperti kualitas barang yang terjamin, harga lebih bersaing karena harga langsung dari produsen sehingga pada akhirnya meningkatkan nilai transaksi di workshop e-smart. Dengan dukungan e-smart, menjadi terobosan baru dan diharapkan dengan begitu produk produk asli Sumut yang berkualitas bisa dipasarkan melalui perdagangan online," tambahnya.

Selain perluasan akses pasar IKM, Kementerian Perindustrian
Republik Indonesia juga akan membangun infrastruktur jaringan internet di Sentra IKM. Dengan adanya sarana penunjang berupa jaringan internet maka IKM dapat memasarkan produk buatannya melalui IKM go digital.

"Pelaku usaha industri kecil menengah di Sumut jumlahnya cukup besar 16.725 IKM di dalamnya bekerja 65.138 tenaga kerja," katanya.

Zonny menjelaskan untuk industri makanan dari kulit ikan patin yang hanya industri rumah tangga dan memanfaatkan limbah kulit ikan patin dari yang awalnya hanya dapat 200 hingga 300 kg (kilogram) per hari dan sekarang kebutuhannya lebih dari satu ton per hari.

"Selama ini keterbatasan IKM adalah memasarkan produk. Dipikirnya sebagai seorang produsen harus punya toko atau mitra, sekarang dengan terbukanya e-smart digital ini tentunya seorang produsen akan memasarkan barangnya sendiri kedepannya," ucap
Zonny.

Tak hanya itu saja, kata Zonny, pihaknya juga pada Tahun 2020 akan membuka rumah kemasan sehingga membantu produk IKM terlihat lebih menarik.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved