Kemenperin Ajak IKM Sumatera Utara Go-Digital lewat E-Smart IKM

Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan acara e-Smart IKM 2019 dengan tema "IKM Go Digital" di sejumlah daerah.

Kemenperin Ajak IKM Sumatera Utara Go-Digital lewat E-Smart IKM
Tribun Medan / Natalin
Direktur Jenderal IKMA Gati Wibawaningsih didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Utara, Zonny Waldi saat membuka acara e-Smart IKM “IKM Go Digital” di Santika Dyandra Hotel, Medan, Rabu, (27/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seiring bergulirnya era ekonomi digital serta diterapkannya industri 4.0, Kementerian Perindustrian melalu Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus fokus mendongkrak potensi IKM di dalam negeri melalui implementasi berbagai kebijakan dan kegiatan strategis.

Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan acara e-Smart IKM 2019 dengan tema "IKM Go Digital" di sejumlah daerah.

"Pada Agustus ini, kami telah menggelar acaranya di Palembang dan hari ini kita laksanakan di Medan. Peserta yang mengikuti sebanyak 500 orang, yang meliputi pelaku IKM dan masyarakat umum di wilayah Sumatera Utara," ucap Direktur Jenderal IKMA Gati Wibawaningsih didampingi  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Utara, Zonny Waldi saat membuka acara e-Smart IKM “IKM Go Digital” di Santika Dyandra Hotel, Medan, Rabu, (27/8/2019).

Selain itu, pada gelaran e-Smart ini, dihadirkan juga para stakeholder, dari pihak marketplace, perbankan, financial technology, dan perusahaan Enterprise Resource Planning (ERP) untuk IKM.

"Kami juga kolaborasikan mereka dengan aplikasi Point of Sale (POS), aplikasi promosi digital, dan teknologi informasi yang akan memberikan edukasi melalui format digital yang dapat diakses melalui internet," ucap Gati.

Kegiatan serupa ini telah dilaksanakan di Semarang, Makassar, Surabaya, Pontianak, Bogor, Denpasar dan Palembang.

Diakui Gati, IKM di wilayah Sumatera Utara memiliki potensi yang besar untuk semakin dipacu daya saingnya serta didorong pengembangannya melalui pemanfaatan teknologi digital.

Menurut data dari BPS yang diolah oleh Ditjen IKMA, hingga tahun 2017, jumlah IKM di Medan tercatat sebanyak 153.167 unit usaha dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 358.972 orang.

Lebih lanjut dijelaskannya, Sumut hampir selalu pertumbuhan ekonominya mencatatkan nilai yang baik. Artinya potensi IKM nya sangat besar karena IKM secara umum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Program ini e-Smart ini sejak 2017 tadinya kerjasama hanya dengan Bukalapak dan Tokopedia. Tapi sekarang sudah banyak sekali kita kerjasama dengan kami. Apalagi yang meminta kelas mengenai pelatihan ini semakin bertambah. Ternyata apa yang sudah kami lakukan ini di contoh sama yang lain. Seperti di Tokopedia buka kelas pelatihan juga kemudian di luar program e-Smart ini, Bukalapak juga. Sedangkan Shopee punya university sedangkan Gojek kemarin buat acara persis seperti ini juga," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved