Siantar Segera Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Bisa Hasilkan 2 MW Per Hari

Pembangkit nanti akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba.

Siantar Segera Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Bisa Hasilkan 2 MW Per Hari
TRIBUN MEDAN/HO
Wali Kota Siantar Hefriansyah bersalaman dengan manajemen PT Solusi di Rumah Dinas Walikota di Jalan MH Sitorus, Selasa (27/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kota Pematangsiantar telah menandatangani kerja sama (MoU) dengan PT Solusi Energi Ramah Lingkungan untuk membangun pemmbangkit listrik dengan tenaga sampah. Pembangkit nanti akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Pematangsiantar Dedi Setiawan mengungkapkan dengan mennjalin kerja sama ini dapat mengurangi beban sampah per hari. Ia mengatakan pembangkit itu akan menghabiskan 100 ton semua jenis sampah setiap hari.

Kata Dedi, Pemko Siantar hanya menyediakan lahan, bahan baku, dan armada yang mengangkut sampah. Ia menilai dengan ini dapat meningkatkan energi listrik di Kota Pematangsiantar. Pembangkit listrik tenaga sampah ini dapat menghasilkan 2 Megawatt atau 2.000.000 watt.

"Kalau teknisnya begini 100 ton sampah per hari dapat mengahsilkan 2 MW per hari. Mereka hanya minta 100 ton saja. Kita hanya sistemnya mengurangi usia dari TPA dan beban sampah,"katanya, Rabu (28/8/2019).

Dedi mengungkapkan PT Solusi akan menjalin komunikasi dengan PLN untuk suplai listrik. Ia mengatakan manfaat dari program ini juga dapat membantu suplai listrik di Kota Pematangsiantar.

"Ini nanti ada hubungan dengan PLN jual beli enegeri listrik. Investor ini asal Jakarta..
Mesin dari Jerman,"katanya seraya mengatakan setiap hari ada 280 ton sampah di Kota Pematangsiantar.

Kata Dedi, pemilihan PT Solusi sangat tepat karena hanya membutuhkan lahan 2000 meter saja. Beda dengan perusahaan yang membutuhkan lahan yang luas dan keperluan sampah hingga 500 ton per hari.

Saat disinggung apakah kerja pembangkit dapat menghilangkan sampah yang digunakan, Dedi mengatakan mesin yang digunakan merupakan zero emisi.

"Sampah itu hilang semua. Alat itu zero emisi. Ini kita harapkan nol emisinya,"katanya.

Ia menambahkan manfaat dari keberadaan pembangkit ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Ia mencontohkan seperti pemulung dapat ikut membantu memilah sampah-sampah. Untuk target pelaksanaan, Dedi belum dapat mengungkapkan pasti. Namun, ia berharap tahun ini dapat terealisasi.

"Target pelaksanaan secepaatnya. Nanti kita bentuk tim percepatan dan kordinasi dengan DPRD,"katanya seraya mengatakan telah menghitung pendapatan asli daerah (PAD) dari kedatangan investor ini.

Seperti diketahui, Wali Kota Siantar sudah menjalin MoU dengan PT Solusi di Rumah Dinas Walikota di M.H Sitorus pada Selasa (27/8/2019).

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved