BI Bekerja Sama Dengan TNI AL Salurkan Uang Pecahan Rp 3,4 Miliar

"Kita bawa sekitar Rp 3,4 miliar terdiri dari uang pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, Rp 1000.

BI Bekerja Sama Dengan TNI AL Salurkan Uang Pecahan Rp 3,4 Miliar
TRIBUN MEDAN/HO
Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat didampingi Komandan Danlantamal I Laksamana Pertama Abdul Rasyid dalam acara pelepasan tim kas keliling di kepulauan 3T yakni terluar, terdepan dan terpencil di wilayah NKRI, bertempat di halaman Danlantamal I Belawan Kotamadya Medan, Propinsi Sumatera Utara, Kamis (29/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Untuk memudahkan masyarakat menggunakan Rupiah, Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Pangkalan Utama TNI AL I menggadakan acara pelepasan tim kas keliling di kepulauan 3T yakni terluar, terdepan dan terpencil di wilayah NKRI, bertempat di halaman Danlantamal I Belawan Kotamadya Medan, Propinsi Sumatera Utara, Kamis (29/8/2019).

Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan pelepasan Tim Kas Keliling di Kepulauan Terluar, Terdepan dan Terpencil (3T) di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan KRI Lemadang 632 ini sebanyak Rp 3,4 Milyar.

"Kita bawa sekitar Rp 3,4 miliar terdiri dari uang pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, Rp 1000 hingga pecahan Rp 500 logam kita bawa semua," ujar Wiwiek.

Dijelaskannya, BI berdasarkan UU NO 23 Tahun 1999 dan UU NO 9 Tahun 2007, mempunyai kewenangan untuk mengedarkan uang rupiah yang menjadi satu - satunya sebagai alat pembayaran nasional dan alat pemersatu bangsa.

"Tanggungjawab BI untuk mengedarkan mulai dari perencanaan, percetakan, mengedarkan, penarikan, penghapusan serta pemusnahan uang merupakan tugas BI yang diamanahkan dengan undang undang tersebut,"ujarnya.

Dalam implementasinya, BI harus membuat penyesuaian dengan waktu dan kelayakan edar serta dedominasinya. "Kalau di Indonesia tidak ada rupiah, itu merupakan salahnya BI dan harus memenuhi dedominisasinya tidak lusuh serta tidak kumel itu merupakan tugas BI," ungkap
Wiwiek.

Diakuinya, BI terus mencari upaya agar menyakinkan uang itu ada di seluruh RI sebagai alat pemersatu bangsa, sejak tahun 2015 BI melakukan kesepakatan dengan TNI AL untuk melaksanakan, menyalurkan, serta memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah.

"Meskipun saat ini zaman non society, tapi kita semua sampai saat ini masih memegang uang rupiah, pengeluaran uang rupiah dari BI Sumut, terus meningkat tercatat sampai bulan Juli tahun 2019 sebesar Rp12,7 trilyun, pertambahan ini terjadi sampai dengan dua puluh persen dalam tiga tahun belakangan ini uang yang keluar dari kantor BI Sumut," tambahnya.

Pengeluaran uang dari BI Sumut berdasarkan atas permintaan dari perbankan dan atas penukaran uang dari masyarakat baik permintaan uang kertas dan uang logam jumlahnya terus bertambah.

"Kesulitan untuk mengedarkan juga tidak sedikit, kami juga melakukan kas keliling untuk menukarkan uang rupiah, baik dari segi dedominasi maupun dari segi kondisinya apakah masih bagus atau udah rusak, itulah servis kita kepada masyarakat sebgai alat pemersatu bangsa," kata Wiwiek.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved