Pembunuhan Semarga Gegara Beda Pilihan Kepala Desa, Satu Pelaku Sebut Korban tak Mau Dipisah

Efek minum tuak berlebihan mengakibatkan pertikaian karena cekcok beda pilihan kepala desa.

Pembunuhan Semarga Gegara Beda Pilihan Kepala Desa, Satu Pelaku Sebut Korban tak Mau Dipisah
TRIBUN MEDAN/Humas Polres Samosir
Kedua tersangka pembunuhan terhadap Sundung Rumapea saat diamankan Polres Samosir. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR- Polres Samosir, akhirnya menggelar temu pers di Mako Polres Samosir, Pangururan Samosir terkait pembunuhan saudara semarga di Samosir beberapa waktu lalu, Kamis (29/8/2019).

Kapolres Samosir, Agus Darojat menggiring kedua pelaku yang mengenakan baju tahanan dan rambut botak ke hadapan wartawan.

Agus mengatakan, kedua pelaku yakni Dorlan Rumapea (50) Lamboi Rumapea (35) yang keduanya berasal dari dari l cHuta Silanjang, Desa Hutarihit, tega menghabisi korban karena pengaruh tuak.

Baca: Cekcok Soal Perbedaan Pilihan Calon Kepala Desa, Dorlan dan Lamboi Tega Aniaya Rumapea hingga Tewas

Baca: Dorlan dan Lamboi Rumapea Tega Pukuli Apparanya Sampai Mati karena Beda Pilihan Calon Kepala Desa

Efek minum tuak berlebihan mengakibatkan pertikaian karena cekcok beda pilihan kepala desa. Dan penyebab terjadinya kasus pembunuhan Terhadap Sundung Rumapea (51) di Desa Hutarihit, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada Jumat, (23/8/2019) lalu.

"Telah terjadi pembunuhan pada Jumat, (25/8/2019) lalu di Desa Hutarihit, Kecamatan Nainggolan. Korbannya adalah Sundung Rumapea yang dibunuh oleh dua pelaku bermarga Rumapea yaitu Dorlan Rumapea dan Lamboi Rumapea. Menurut keterangan pelaku, motif pembunuhan selain karena dipengaruhi minuman tuak yang berlebihan juga akibat diduga percekcokan ketika berdebat tentang dukungan kepala desa yang berbeda antara kedua pelaku dan korban,"terang Agus kepada wartawan.

Disampaikannya, kejadian bermula sekitar jam 19.30 Wib ketika korban Sundung Rumapea (51) minum tuak bersama teman-temannya di Huta Pagar Nabolak, Desa Hutarihit, Kecamatan Nainggolan. Di Lapo Tuak yang sama, kedua oelaku juga ikut minun tuak.

Tuak demi gelas mereka tenggak sambil bercekcok. Korban, Sundung Rumapea ketika itu bertanya kepada saksi Jamana Sinaga yang adalah seorang calon kepala desa di Desa Hutarihit.

"Dari mana kamu dek, tanya Korban.

Lalu dijawab saksi Jamana Sinaga, "Mengantarkan adek kerumahnya,". Lalu dijawab lagi oleh korban, "Kamu antar pun itu agar bisanya ke rencana mu (dipilih sebagai kepala desa),"kata Darojat menirukan percakapan.

Mendengar percakapan itu, kata Agus pelaku Dorlan Rumapea menimpalinya, dengan berkata "Kau bang, semuanya kau pertanyakan." ujar pelaku Dorlan Rumapea kepada korban.

Halaman
123
Penulis: Arjuna Bakkara
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved