Sambal Kecombrang Gledek Dipasarkan hingga Italia

Untuk membuat sesuatu yang berbeda, Dwi Arnita Sari meracik sambal dengan bahan baku kecombrang.

Sambal Kecombrang Gledek Dipasarkan hingga Italia
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Dwi Arnita Sari menunjukkan Sambal Kecombrang Gledek buatannya di Manhattan Times Square, Kamis (29/8/2019). Sambal buatannya sudah dijual keluar daerah Sumatera Utara bahkan ke Italia dan Belanda. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sambal merupakan makanan yang sangat akrab dengan lidah masyarakat Indonesia. Berbagai daerah memiliki ciri khas sambal sendiri.

Untuk membuat sesuatu yang berbeda, Dwi Arnita Sari meracik sambal dengan bahan baku kecombrang.

Kecombrang atau kincung merupakan menu yang sangat akrab dengan masakan masyarakat Sumatera Utara. Dwi awalnya membuka usaha ini karena iseng ingin mencoba hal baru.

"Saya memang hobinya masak. Saya coba membuat sesuatu yang belum ada di Kota Medan. Saya ingin membuat makanan yang ingin dikenal orang. Kecombrang ini kan biasanya selain dibuat daun ubi tumbuk, sebagai orang Batak kita buat suatu yang unik dari Kecombrang ini," katanya.

Sambal Kecombrang Gledek ini awalnya dijual pada tahun 2016. Sambal ini dijual dengan rasa yang sangat pedas, karena itu diberi nama gledek.

"Saya awalnya juga beri ke teman-teman. Saya buat dengan tingkat kepedasan yang berbeda. Tapi memang yang paling pas harus pedas, mereka juga bilang begitu. Makanya saya jual satu varian saja," katanya.

Namun Dwi juga memberikan pilihan jika ingin request tingkat kepedasan dengan minimal pemesanan satu kilogram. Sambal buatannya sudah dijual keluar daerah Sumatera Utara bahkan ke Italia dan Belanda.

Menu ini dia kreasikan sendiri. Sambal ini bisa bertahan hingga dua minggu dalam freezer dan lima hari di suhu ruangan.

Hingga saat ini ia bisa jual hingga 60 botol setiap bulannya. Sambal dikemas dalam dua ukuran yakni 200 gram dengan harga Rp 35 Ribu dalam botol. Sedangkan kemasan plastik 70 gram dengan harga Rp 15 ribu.

"Saya memang enggak pakai pengawet dan penyedap rasa. Karena memang kecombrang ini sudah merupakan penyedap dan pengawet alami," katanya.

Menghasilkan jutaan rupiah dalam sebulan, Dwi mengatakan untuk memulai usaha seperti nya yang penting harus memiliki keyakinan.

"Yang penting yakin saja. Saya dulu awalnya juga iseng tapi yakin saja. Karena keyakinan itulah yang akan membuat kita semangat," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved