James Gwee: Pintar Berbicara Belum Tentu Jago Komunikasi

James mengatakan Power Comunication in Selling ini membahas tentang komunikasi dengan pelanggan.

James Gwee: Pintar Berbicara Belum Tentu Jago Komunikasi
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Motivator sekaligus trainer paling top di Indonesia, James Gwee menjadi pembicara dalam Seminar "Power Comunication in Selling" di Hotel Aryaduta Medan, Jumat (30/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Motivator sekaligus trainer paling top di Indonesia, James Gwee menjadi pembicara dalam Seminar "Power Comunication in Selling" di Hotel Aryaduta Medan, Jumat (30/8/2019).

James mengatakan Power Comunication in Selling ini membahas tentang komunikasi dengan pelanggan. Namun banyak sales berbicara dengan pelanggan apa adanya sebisa mungkinnya, tanpa mengerti cara dan teknik yang tepat, susunan kalimat yang benar supaya penjelasanya terkesan lebih menarik.

"90 persen dari orang sale yang ada tak pernah belajar teknik ini maka di segmen ini ada beberapa langkah agar dapat berkomunikasi dengan pelanggan. Berkomunikasilah dengan menarik, buat pelanggan berkesan. Setelah konsumen tertarik buat agar konsumen semakin berminat sehingga customer take action," ujar James.

Dengan berkomunikasi maka anda dapat menyampaikan ide anda. Jika anda punya keinginan yang kuat untuk berkomunikasi, anda dapat mengembangkan kualitas aspek kehidupan anda.

"Komunitas bukan pintar berbicara, komunikasi adalah apa yang ada di otak kita, kita sampaikan kepada dia dan dia dengar dan interpretasi. Pintar berbicara belum tentu jago komunikasi," ungkap James.

Dijelaskannya, dalam hidup ini bisa saja anda punya ide cermerlang, gagasan yang hebat, namun jika anda tidak punya kemampuan untuk menyampaikan ide ini kepada orang lain, ide sehebat apapun kalau orang salah komunikasi, maka tidak akan berjalan.

"Saya kenal begitu banyak orang sale, mereka hanya tell kepada konsumen. Tell itu apa ide anda, rincian. Seharusnya mereka bisa sell, kalau sell itu lebih menceritakan mengapa dan harus terima gagasan ini, apa kerugiannya buat pelanggan dan jelaskan kepentingan dan kerugian pribadi kepada konsumen tersebut," katanya.

Ia menjelaskan postur tubuh juga menjadi faktor pendukung bagi seorang penjual. Hal terpenting lainnya, orang sale harus mampu 'menjual diri', tentunya dalam makna yang positif.

"Semua orang mau maju, untuk maju itu harus ada perubahan tapi ada kalimat yang bilang you can't change what you don't know, bagaimana kita ubah sesuatu yang kita tidak tahu maka kalau mau berubah, kita harus tahu dulu. Untuk bisa tahu, kita harus belajar. Jadi belajar, tahu, berubah, dan hasil meningkat," ujar laki laki kelahiran Singapura ini.

Ia berharap peserta yang hadir dalam seminar ink semakin lebih mengerti paham dan tahu langkah berkomunikasi, sehingga saat pulang sudah bisa dipraktekkan dan akan lihat hasilnya semakin bagus.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved