Mana Lebih Aman, Pinjaman Melalui Fintech atau Perbankan? Ini Perhitungan Untung Ruginya

Siska Adelia (30) gamang karena nsulit menentukan pilihan untuk mengajukan pinjaman modal usaha, apakah harus lewat bank atau fintech

Mana Lebih Aman, Pinjaman Melalui Fintech atau Perbankan? Ini Perhitungan Untung Ruginya
Kontan/Muradi
ILUSTRASI : Seorang wanita asal Solo viral gara-gara iklan palsu yang menjanjikan rela digilir demi lunasi utang di Fintech. (Kontan/Muradi) 

TIRBUN-MEDAN.com - Siska Adelia (30) gamang karena nsulit menentukan pilihan untuk mengajukan pinjaman modal usaha, apakah harus lewat bank atau fintech peer to peer (P2P) lending.

Jika ia memilih mengajukan pinjaman modal usaha ke bank, banyak prosedur yang harus dilewati.

Salah satunya pemenuhan aset collateral atau aset yang dijadikan agunan.

Padahal, ibu dua orang anak itu tidak punya aset yang bisa dijadikan agunan ke bank.

Kalau pun ada aset berupa rumah, status aset itu juga belum milik pribadi.

Sebab, rumah yang saat ini ditempati Siska dibelinya lewat pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).

Di sisi lain, jika ingin mengambil pinjaman modal usaha dari perusahaan fintech pinjaman, ia belum memahami betul skema pembiayaannya.

Yang ia tahu, suku bunga pinjaman perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending cukup besar.

“Yang saya tahu, bunga pinjaman dari perusahaan tekfin lebih besar dari bunga perbankan,” kata Siska.

Pendapat Siska tidak salah.

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved