Ecobrick Bikin Sampah Plastik Berkurang 400 Kilogram Setahun

Ada satu cara daur ulang sampah plastik yang cukup unik dan kreatif yang dilakukan kelompok ibu rumah tangga di Lingkungan 24

Ecobrick Bikin Sampah Plastik Berkurang 400 Kilogram Setahun
Tribun Medan / Truly
Relawan ecobrick mendaur ulang sampah plastik di rumah pengolahan ecobrick di Lingkungan 24, Kelurahan Pekan Labuhan, kecamatan Medan Labuhan, Kamis (22/8/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Berbagai cara dilakukan masyarakat dalam mendaur ulang limbah sampah plastik. Satu diantaranya dengan mengolahnya menjadi barang kebutuhan rumah tangga yang bernilai ekonomis seperti tas plastik, dompet, kotak pulpen, dan lain-lain. Tetapi, ada satu cara daur ulang sampah plastik yang cukup unik dan kreatif yang dilakukan kelompok ibu rumah tangga di Lingkungan 24, Kelurahan Pekan Labuhan, kecamatan Medan Labuhan, yakni melalui program ecobrik. Bagaimana kisahnya? 

***

TERAS rumah semi permanen milik Ani Ruddin (60) yang berada di gang kecil di Lingkungan 24, terlihat cukup ramai siang itu. Selain Ani sang empunya rumah, ada lima tetangga Ani yang duduk di lantai teras berukuran 2,5 x 3 meter tersebut. Di hadapan mereka ada tumpukan sampah plastik kering, botol plastik air mineral ukuran 600 mililiter dan 1000 mililiter, timbangan ukuran kecil, dan besi seukuran pensil setinggi lebih kurang 60 centimeter.

Ani mengambil segenggam sampah plastik dengan tangan kanannya, memasukkan ujung sampah ke dalam botol plastik air mineral ukuran 600 mililiter dan mendorongnya perlahan. Ketika genggaman sampah plastik tersebut sudah masuk setengah, Ani mengambil besi padat dan mendorong sampah plastik hingga masuk seluruhnya ke dalam botol. Ani melakukan hal yang sama empat kali hingga botol air mineral terlihat padat.

Tak hanya Ani, lima tetangga lainnya juga melakukan hal yang sama. Ada yang memasukkan sampah plastik ke botol plastik air mineral ukuran 600 mililiter, ada juga yang memasukkan ke botol ukuran 1000 mililiter.

Seperti itulah kegiatan sebagian ibu rumah tangga yang tinggal di Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan, kecamatan Medan Labuhan setahun terakhir. Kegiatan tersebut bernama ecobrick, sebuah kegiatan daur ulang sampah plastik dengan cara memasukkan dan memadatkan sampah plastik ke dalam botol plastik air mineral berbagai ukuran. Selanjutnya beberapa botol mineral tersebut digabungkan hingga menjadi benda berdaya guna serta bernilai ekonomi seperti kursi, bangku, meja, hingga gapura.

Ani menceritakan, dalam seminggu mereka melakukan kegiatan ecobrick dari hari Senin hingga Kamis mulai pukul 10.00-11.00 WIB. Lokasi kegiatan ecobrick disepakati dilakukan di rumahnya. “Biasanya, setelah mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus kebutuhan anak, barulah kami mengerjakan ecobrick ini. Sebelum masuk jam sholat, kegiatan ecobrick sudah selesai,” kata Ani kepada Tribun-Medan.com, Kamis (22/8/2019).

Dikatakan Ani, proses ecobrick ini cukup sederhana. Di tahap awal, para relawan terlebih dahulu mengumpulkan limbah botol plastik air mineral berbagai ukuran, biasanya ukuran 600 mililiter dan 1000 mililiter. Limbah lainnya yang dikumpulkan adalah segala limbah berwujud plastik yang sudah tidak digunakan lagi mulai dari bungkus minuman sachet, bungkus jajanan anak-anak, kantongan plastik, bungkus sabun dan deterjen, hingga bungkus pembalut. Untuk hasil yang maksimal, maka limbah plastik yang dikumpulkan harus dalam keadaan bersih dan kering.

“Pengumpulan sampah kami lakukan dengan dua cara. Cara pertama, warga datang sendiri mengantarkan sampah ke rumah pembuatan ecobrick. Cara kedua, kami sendiri yang datang mengambil sampahnya. Kami bekerjasama dengan warung-warung yang ada di sekitar Lingkungan 24 dan Lingkungan 25. Kami minta sampahnya di simpan untuk sementara hingga relawan ecobrick yang datang sendiri mengambilnya.

“Kadang ada sampah yang dikumpulkan tidak dalam keadaan bersih. Kalau memang masih memungkinkan untuk dibersihkan, biasanya kami bersihkan. Tetapi sejak awal, kami memang meminta kepada warga agar menyetor sampah plastik yang kering dan cukup bersih,” terang Ani.

Halaman
123
Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved