TRIBUNWIKI

Lima Kuliner Tradisional Tersohor Medan Diburu Pengunjung di Pucuk Coolinary Festival

Acara ini tak hanya diikuti lima kuliner tradisional tersohor Medan saja melainkan 80 kuliner yang ada di Kota Medan.

Lima Kuliner Tradisional Tersohor Medan Diburu Pengunjung di Pucuk Coolinary Festival
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Mie Balap Mael merupakan satu dari lima tenant Kuliner Tradisional Tersohor Medan yang diburu pengunjung di Pucuk Coolinary Festival, Minggu (1/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Lima kuliner tradisional tersohor Kota Medan, diburu pengunjung di acara Pucuk Coolinary Festival, Lapangan Parkir Plaza Medan Fair, hari Minggu (1/9/2019).

Lima kuliner tradisional tersohor Medan di acara tersebut terdiri dari, Mie Balap Mael, Mie Aceh Titi Bobrok, Mie Sop Bamboe, Rujak Simpang Jodoh dan Toge Penyabungan Ibu Khozizah Nasution.

Acara ini tak hanya diikuti lima kuliner tradisional tersohor Medan saja melainkan 80 kuliner yang ada di Kota Medan. Kemudian acara ini juga dimulai dari pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB, dari tanggal 31 Agustus sampai 1 September 2019.

Pucuk Coolinary Festival juga menawarkan konsep festival kuliner yang berbeda dengan festival kuliner lainnya. Karena acara tersebut dengan konsep menghadirkan tiga zona rasa yaitu gurih, manis dan pedas.

Nah, selanjutnya simaklah lima kuliner tradisional tersehor di Kota Medan sebagai berikut dan berada di zona manakah lima kuliner tersebut.

1. Mie Balap Mael

Mie Balap Mael sudah ada semenjak tahun 2007 di Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan Gugur Darat I, Kecamatan Medan timur, Kota Medan.

Mie Balap Mael ini dahulunya hanya disebut dengan Mie Tiaw. Namun, karena masaknya cepat jadi masyarakat Medan yang menamai Mie Balap dengan ditambakan nama Mael.

Nama Mael tersebut ditambah Masyarakat Medan karena nama pemilik Mie Balap tersebut. Mael pemilik Mie Balap menceritakan bahwasanya Mie yang dijualnya merupakan usaha turun menurun. Ia merupakan generasi ketiga untuk menjual Mie Tiaw yang sbelum dinamai Mie Balap.

Di dalam keluarganya pertama kali yang menjual Mi Tiaw tersebut ialah kakeknya, di Jalan Kalimantan Medan dari tahun 1970-an. Pada saat itu namanya usahanya Mie Pak Misnan.

Halaman
1234
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved