Gas Bersubsidi Mulai Langka di Tapanuli Utara, Warga Memasak Pakai Kayu Bakar

Asni Nababan, warga Desa Pagar Batu Siborong-borong mengatakan terpaksa mengunakan kayu bakar untuk keperluan memasak.

Gas Bersubsidi Mulai Langka di Tapanuli Utara, Warga Memasak Pakai Kayu Bakar
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BATUBARA
Sejumlah warga di Desa Butar, Siborong-borong, Tapanuli Utara, terpaksa memasak pakai kayu bakar akibat kelangkaan gas bersubsidi, Senin (2/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPUT - Tujuh hari belakangan gas bersubsidi ukuran 3 Kg mulai langka di Kabupaten Tapanuli Utara.

Asni Nababan, warga Desa Pagar Batu Siborong-borong mengatakan terpaksa mengunakan kayu bakar untuk keperluan memasak.

“Sudah seminggu ini payah cari gas, terpaksa pakai kayu bakar masak,”ujar Asna di Siborong-borong, Senin (2/9/2019) Petang.

Gas sulit diperoleh, dan jika ada harga jauh lebih tinggi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18 ribu dan menjadi Rp 30 ribu. Dengan jumlah yamg langka, warga pum rela berebutan meski harganya mahal.

“Warga sampai berebutan, padahal harganya mahal hingga Rp 30 ribu,”ujar Asni.

Kelagkaan itu kata Asni tidak saja terjadi di desa-desa dan Kecamatan, termasuk di Ibukota Kabupaten Taput di Tarutung, gas tabung 3 Kg juga sulit didapatkan. Warga berharap. Pemerintah dapat selektif dalam mendistribusikan gas bersubsidi tersbut.

Kepala Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Pemkab Taput, Osmar Silalahi Asisten II Bidang Perekomomian Pemkab Taput mengatakan, kelangkaan gas ini memang sedang dalam pengawasan mereka.

Dia juga meminta warga membuat laporan resmi kepada pemerintah atas kelangkaan gas bersubsidi tersbut.

“Kita juga terbuka dan menampung laporan warga terkait melambungnya harga gas ini,”sebutnya.

(jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved