Mengenal Lebih Dekat Penganut Agama Baha'i di Kota Medan

Di Kota Medan sendiri, sesuai data yang dimiliki Kanwil Kementerian Agama Tahun 2016, jumlah pengikut Agama Baha'i mencapai 100 orang.

Mengenal Lebih Dekat Penganut Agama Baha'i di Kota Medan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Irham Hadi dan istrinya menganut Agama Baha'i. Mereka membagi ceritanya saat berinteraksi dengan masyarakat sekitar perumahan tempat mereka tinggal. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Agama Baha'i mungkin masih asing di telinga warga Kota Medan, bahkan Indonesia pada umumnya.

Baha'i merupakan sebuah keyakinan yang lahir di Persia (Iran) pada tahun 1863. Agama ini pun mengalami berkembang bersama Mírzá Ḥusayn-`Alí Núrí yang bergelar Baha'u'llah (kemuliaan Tuhan, kemuliaan Alláh.

Di Kota Medan sendiri, sesuai data yang dimiliki Kanwil Kementerian Agama Tahun 2016, jumlah pengikut Agama Baha'i mencapai 100 orang. Hal itu dijelaskan oleh Kabag Humas Abdul Azhim kepada Tribun Medan, Senin (2/9/2019).

"Data yang kita miliki belum up to date ya. Masih rancu, jumlah mereka sekitar 100 orang pada tahun 2016. Nah ini yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kami untuk mendata lebih lanjut perkembangan agama minoritas di Sumatera Utara," ujar Azhim.

Azhim menjelaskan bahwa tantangan yang dialami untuk mengakomodir jumlah data Kanwil Kemenag Sumut adalah ketidakterbukaan Umat Baha'i. Meski begitu, cepat atau lambat, dengan kemajemukan dan kedewasaan toleransi, ia yakin saudara-saudara Baha'i lainnya akan membuka dirinya.

Tribun Medan pun berhasil menemui penganut Agama Baha'i yang juga berasal dalam satu keluarga di Kota Medan.

Mereka adalah sepasang suami istri, Irham Hadi dan Hartini, warga salah satu perumahaan di Kecamatan Selayang, Kota Medan.

Seperti menyambut tamu ciri khas budaya ketimuran, awak Tribun Medan pun dijamu dengan suguhan panganan. Irham dan Hartini membuka diri tentang keyakinan yang mereka anut kepada media.

"Sebenarnya arti agama itu Baha'i itu adalah kemuliaan. Ini adalah cara saya memandang Baha'i sebagai saya umat. Kalau ditanya Agama ini seperti apa tentu jawabannya adalah semampu saya meyakini agama atau semampu seorang manusia meyakini agamanya," ujar Irham.

Pria berkumis ini mengatakan dirinya mengenal Agama Baha'i sejak berstatus kelas 2 SMA saat mengenyam pendidikan di Jawa. Setelah itu ia pun memperdalam agama dan bertemu dengan sang istri, Hartini yang ia persunting beberapa tahun yang lalu.

Halaman
1234
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved