Nilai Ekspor Sumut di Juli 2019 Mencapai US Dollar 707,40 Juta

Kenaikan nilai ekspor Sumut pada Juli 2019 terhadap Juli 2019 terjadi pada golongan lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) sebesar US$ 56,00 juta

Nilai Ekspor Sumut di Juli 2019 Mencapai US Dollar 707,40 Juta
Tribun Medan
Pelindo 1 melakukan pengapalan perdana ekspor melalui rute langsung atau direct call intra Asia di Kuala Tanjung, Kamis (27/12/2018) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat nilai ekport melalui pelabuhan muat di wilayah Sumut pada Bulan Juli 2019 mengalami kenaikan dibandingkan bulan Juni 2019 sebesar 34,41 persen

"Nilai ekport Bulan Juli 2019 mencapai US Dollar 707,40 juta, naik 34,41 persen. Namun bila dibandingkan dengan bulan Juli 2018 itu mengalami penurunan 8,51 persen," ujar Seksi Statistik Harga Konsumen dan Harga Perdagangan Besar BPS Sumut, Hafsyah Aprilia, Senin (2/9/2019).

Ia menjelaskan kenaikan nilai ekspor Sumut pada Juli 2019 terhadap Juli 2019 terjadi pada golongan lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) sebesar US$ 56,00 juta (27,66%) diikuti berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$ 23,48 juta (30,90%), dan golongan kopi, teh, rempah-rempah (HS 09) sebesar US$ 15,49 juta (25,93).

"Tidak ada penurunan nilai ekspor di bulan ini," katanya.

Diakui Hafsyah, ekspor ke Amerika Serikat pada Juli 2019 merupakan yang terbesar yaitu US$ 102,18 juta diikuti Tiongkok sebesar US$ 72,66 juta dan India sebesar US$ 66,15 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,06 persen.

Menurut kelompok negara tujuan ekspor pada Juli 2019, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai US$ 241,84 juta (34,18 persen).

Seksi Statistik Harga Konsumen dan Harga Perdagangan Besar BPS Sumut, Hafsyah Aprilia memberi penjelasan tentang inflasi Sumatera Utara. Agustus 2019, Medan Inflasi 0,27 Persen.
Seksi Statistik Harga Konsumen dan Harga Perdagangan Besar BPS Sumut, Hafsyah Aprilia memberi penjelasan tentang inflasi Sumatera Utara. Agustus 2019, Medan Inflasi 0,27 Persen. (Tribun Medan / Natalin)

"Selain Tiongkok dan India, Jepang dan Bangladesh merupakan pangsa ekspor untuk kawasan Asia di luar ASEAN yakni sebesar US$ 42,54 juta dan US$ 18,74 juta," katanya.

Hafsyah menjelaskan nilai impor melalui Sumut pada bulan Juli 2019 atas dasar CIF (cost, insurance and freight) sebesar US$ 438,40 juta, atau naik sebesar 71.04 persen dibandingkan Bulan Juni 2019 yang mencapai US$ 256,32 juta. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan sebesar 24,12 persen.

"Nilai impor bulan Juli 2019 dibanding bulan Juni 2019, barang modal naik sebesar 26,68 persen, barang konsumsi naik sebesar 45,99 persen dan bahan baku atau penolong naik sebesar 80,92 persen," ucapnya.

Dijelaskannya, pada Juli 2019, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah ampas atau sisa industri makanan (HS 23) sebesar US$ 24,97 juta (360,82%), diikuti bahan kimia anorganik (HS 28) sebesar US$ 24.94 juta (424.48%). Tidak ada golongan barang yang mengalami penurunan nilai impor di bulan ini.

"Nilai impor bulan Juli 2019 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu US$ 129,16 juta dengan perannya mencapai 29,46 persen dari total impor Sumut, diikuti Singapura sebesar US$ 41,44  juta (9,45%), dan Malaysia sebesar US$ 36,84 juta (8,40%)," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved