Ternyata Kenaikan Uang Sekolah Picu Inflasi di Kota Medan

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,27 persen pada Agustus 2019.

Ternyata Kenaikan Uang Sekolah Picu Inflasi di Kota Medan
Tribun Medan / Natalin
Seksi Statistik Harga Konsumen dan Harga Perdagangan Besar BPS Sumut, Hafsyah Aprilia memberi penjelasan tentang inflasi Sumatera Utara. Agustus 2019, Medan Inflasi 0,27 Persen. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,27 persen pada Agustus 2019.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan sebagian indeks kelompok pengeluaran yakni diantaranya cabai merah, cabai rawit, emas perhiasan, dencis, uang sekolah menengah pertama, uang sekolah dasar dan tongkol.

Seksi Statistik Harga Konsumen dan Harga Perdagangan Besar BPS Sumut, Hafsyah Aprilia, mengatakan pada bulan Agustus 2019, dua kota IHK (Indeks Harga Konsumen) di Sumut inflasi, yaitu Medan sebesar 0,27 persen dan Padangsidimpuan sebesar 0,20 persen, sedangkan dua kota lainnya mengalami deflasi, yaitu Sibolga sebesar 0,58 persen dan Pematangsiantar sebesar 0,40 persen.

Dengan demikian, gabungan empat kota IHK di Sumut pada bulan Agustus 2019 inflasi sebesar 0,18 persen.

"Inflasi untuk gabungan empat kota IHK mengalami inflasi sebesar 0,18 persen untuk perkembangan harga beberapa komoditas. IHK dua kota mengalami inflasi yakni Kota Medan sebesar 0,27 persen dan Padangsidempuan sejumlah 0,20 persen," ujar Hafsyah, Senin (2/9/2019).

Dijelaskannya, Bulan Agustus 2019, Medan inflasi sebesar 0,27 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 146,30 pada bulan Juli 2019 menjadi 146,70 pada bulan Agustus 2019.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,09 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,06 persen, kelompok sandang sebesar 0,80 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,59 persen.

Sementara itu, kelompok yang menunjukkan penurunan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,55 persen.

"Komoditas utama penyumbang inflasi selama bulan Agustus 2019 di Medan, antara lain cabai merah, cabai rawit, emas perhiasan, dencis, uang Sekolah Menengah Pertama, uang Sekolah Dasar, dan tongkol," ucapnya.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga di Kota Medan harga cabai merah masih mengalami kenaikan harga sebesar 9,67 persen cabai rawit 22,40 persen, emas perhiasan masih naik 3,76 persen, ikan dencis naik 2,50 persen, uang sekolah menengah pertama naik 1,99 persen. Uang SD naik 1,91 persen, harga ikan tongkol mengalami kenaikan 3,44 persen.

"Walaupun cabai merah masih menunjukkan kenaikan tapi relatif kecil bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sibolga dan Pematangsiantar mengalami deflasi karena penurunan cabai yang masih kecil dibandingkan dengan tomat buah memberi andil cukup tinggi di dua kota ini," ungkap Hafsyah.

Dari 82 kota IHK di Indonesia, inflasi tertinggi terjadi di Kudus 0,82 persen dan inflasi terendah terjadi di Tasikmalaya, Madiun dan Pare-Pare sebesar 0,04 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Bau Bau sebesar 2,10 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Tegal dan Palopo sebesar 0,02 persen

"Dari 23 kota IHK di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di kota  Metro sebesar 0,41 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Bengkulu dan Batam yaitu 0,86 persen," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved