Ular Piton Sepanjang 6 Meter Hebohkan Warga di Bantaran Sungai Deli Pekan Labuhan

Penemuan ular Piton dengan nama latin (Python bivittatus) terjadi sekitar pukul 17.30 WIB oleh warga sekitar lokasi kejadian.

Ular Piton Sepanjang 6 Meter Hebohkan Warga di Bantaran Sungai Deli Pekan Labuhan
Tribun Medan / HO
Ular Piton Hebohkan Warga Di Bantaran Sungai Deli Pekan Labuhan, Senin (2/9/2019) 

Ular Piton Sepanjang 6 Meter Hebohkan Warga di Bantaran Sungai Deli Pekan Labuhan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nelayan digegerkan dengan penemuan seekor ular Piton berukuran besar dan panjang di Lingkungan VII, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Senin (2/9/2019) sore.

Penemuan ular Piton dengan nama latin (Python bivittatus) terjadi sekitar pukul 17.30 WIB oleh warga sekitar lokasi kejadian.

Ular Piton biasanya memiliki panjang 6 meter. Dengan berat tubuh sampai 160 kilogram.

Mempunyai warna dasar coklat muda dengan bercak-bercak berbentuk tidak beraturan berwarna coklat tua, ada pula yang berwarna dasar kuning, karamel, atau krem, bercak kuning pekat, cokelat, atau oranye.

Corak yang hampir sama dengan kerabat dekatnya, yakni Sanca India (Python molurus).

Namun ular Piton dibedakan karena adanya corak berbentuk huruf "V" berwarna kuning pucat atau putih di atas kepalanya.

Menurut warga, kemunculan ular Piton awalnya berada di seberang tangkahan kapal nelayan asal Pekan Labuhan.

Sontak penemuan ular itu, sempat membuat warga yang berada disana panik, tetapi beberapa di antaranya antusias untuk memburunya.

Salah seorang nelayan atas nama Rusli yang turut menyaksikan penangkapan ular Piton mengatakan bahwa melihat warga yang berusaha memburu, ular itu lalu berusaha melarikan diri.

"Ular berbadan batik itu lari masuk ke aliran Sungai Deli hingga ke seberang tangkahan kapal nelayan di Jalan Young Panah Hijau Kelurahan Labuhan Deli Marelan," kata Rusli, Senin (2/9/2019) sore.

Namun, belum sempat merapat ke bibir tangkahan, ular besar bercorak batik itu telah berhasil ditangkap para nelayan persis di tangkahan boat milik salah seorang nelayan.

"Bisa jadi ular ini terkontaminasi limbah aliran sungai sehingga tak berdaya saat ditangkap," sebut Rusli.

"Para nelayan terpaksa menangkap ular sawah, karena takut anak-anak yang banyak mandi di sungai bisa menjadi korban ular tersebut," pungkas Rusli.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved