Takut Dicerai Suami Berstatus Narapidana, Seorang Bidan Nekat Selundupkan Sabu Ke Lapas

Ketua majelis hakim, Fauzul Hamdi menutup sidang dan akan melanjutkannya pada Senin 16 Agustus 2019 untuk mendengar vonis hukuman.

Takut Dicerai Suami Berstatus Narapidana, Seorang Bidan Nekat Selundupkan Sabu Ke Lapas
Tribun Medan / Dedy
Sri Erita Mulyanti alias Upik saat sidang di PN Kota Binjai, Selasa (3/9/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - PNS berstatus bidan di Rumah Sakit Pirngadi Medan, Sri Erita Mulyanti alias Upik dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Beny Surbakti.

Upik pun melayangkan pledoi yang dibacakan di ruang Cakra PN Binjai, Selasa, (3/92019).

Selain penjara 13 tahun, JPU meminta agar wanita berusia 40 tahun itu didenda Rp 1 miliar.

Apabila tidak bisa membayar, maka hukumannya ditambah 3 bulan Penjara.

Mendengar tuntutan JPU, Upik melalui penasihat hukumnya Candoro Tua Manik, dalam nota pembelaan (Pledoi) menyatakan, tuntutan JPU seperti pembalasan dan bertentangan dengan prinsip dan tujuan untuk menimbulkan efek jera.

Kata Candoro, Upik warga Jalan Wijaya Kesuma, Kelurahan Bandar Kalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang merupakan tulang punggung keluarga.

Upik lah penopanang perekonomian bagi ibu dan dua orang anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

"Anak-anaknya masih kecil dan masih memerlukan kasih sayang ibunya.

Secara psikologi, kehadiran sangat diperlukan untuk pertumbuhan anaknya," kata Candoro.

Mendengar pembelaan Upik, JPU mengatakan tetap meminta hakim menjatuhkan penjara selama 13 tahun.

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved