Djarot Saiful Hidayat Sambut Salam Dewi Budiati: Harus Tegakkan Hukum Jujur dan Adil

Saya sangat kecewa dan prihatin karena sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi ke depannya.

Djarot Saiful Hidayat Sambut Salam Dewi Budiati: Harus Tegakkan Hukum Jujur dan Adil
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Mantan Cagub Sumut 2018-2023 Djarot Saiful Hidayat hadir dalam persidangan Kasus UU ITE status Hoaks dengan terdakwa Dewi Budiati (54) di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bekas Cagubsu 2018-2023 Djarot Saiful Hidayat hadir dalam persidangan Kasus UU ITE status Hoaks dengan terdakwa Dewi Budiati (54) di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (4/9/2019).

Dalam keterangannya Djarot menerangkan dirinya kecewa karena dirinya difitnah.

"Saya sangat kecewa dan prihatin karena sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi ke depannya. Saya tidak merasa tercemar tapi terhina, karena ini bukan tentang orang per orangan. Tapi bagaimana sehatnya demokrasi bangsa kita kedepannya," ungkapnya saat ditanya Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuni.

Djarot menegaskan membantah dirinya ada terlibat penyuapan seperti yang dituliskan terdakwa Dewi Budiati.

"Jadi saya diundang, karena kebetulan pulang dari Asahan, oleh asosiasi kepala desa Simpang Kawat Asahan. Saya diundang untuk silahturahmi, Saya sharing pengaalamn pernah menjadi gubernur bagaiman mengolala anggaran keuangan di desa. Tidak ada perkataan kampanye sama sekali. dan itu hanya sekitar 30 menit saya disitu langsung pulang," tegasnya.

Baginya hal yang membuat dirinya sedih karena adanya opini dan halusinasi dalam memposting status melalui smartphone.

"Atas fakta di lapangan, saya sangat sedih, karena ini opini dan halusinasi yang berbahaya. Ini tidak tentang kalah atau menang. Seperti yang saya katakan ini tentang kehidupan berdemokrasi. Dimana tanpa adanya klarifikasi membuat postingan dan ini sangat merugikan. Ini pembelajaran bagi setiap warga negara bagaimana menggunakan smartphone, dimana penggunanya harus juga yang smart," tegas Anggota DPR RI terpilih dari Dapil III Sumut ini.

"Karena sebentar lagi kita akan menghadapi Pilkada serentak pada 2020 mendatang, ini menjadi pembelajaran untuk kehidupan demokrasi kita yang lebih dewasa. Status Hoaks harus kita berantas," tambahnya.

Selanjutnya, kejadiannya berlanjut, Djarot melihat postingan terdakwa tersebut dari rekannya hingga akhirnya melaporkan postingan tersebut kepada Polda Sumut.

"Awalnya itu saya dikasih tunjuk oleh Rion dan Rosmansyah. Teman-teman bilang, karena kita negara hukum ya kita laporkan ke kepolisian," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved