Gagal Masuk Tim Pra-PON, M Ikmal Senang Juara Kejurnas Tinju Remaja

Pasalnya untuk tahun ini dia gagal masuk dalam tim Sumut yang akan berlaga di Pra-PON pada November mendatang di Bengkulu.

TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Petinju Kota Medan M Ikmal (podium utama) sebagai peraih medali emas Kejurnas Remaja 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sukses meraih medali emas di ajang kejuaraan nasional (kejurnas) tinju Yunior-Youth 2019 baru-baru ini, menjadi pengobat duka bagi atlet Medan, Muhammad Ikmal Chairuni.

Pasalnya untuk tahun ini dia gagal masuk dalam tim Sumut yang akan berlaga di Pra-PON pada November mendatang di Bengkulu.

Menurut Ikmal prestasi di kejurnas ini juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk bisa tampil lebih baik di event nasional berikutnya.  Apalagi sebagai atlet kuda dia menjadi salah satu aset Sumut yang dipersiapkan untuk meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 saat Sumut menjadi tuan dah bersama Aceh.

"Tahun ini saya gagal lolos mewakili Sumut di Pra PON, kalah dari senior. Tapi, hasil juara kejurnas youth ini menjadi motivasi bagi saya bisa persiapkan diri menuju PON 2024," ujarnya, Rabu (4/9/2019).

Meski bangga dengan Raihan medali emas kejurnas remaja, Ikmal mengakui sempat deg-degan saat melakoni partai final di kejurnas melawan petinju asal Jambi, Julyanda. Apalagi di laga itu juga jadi duel pertama mereka di atas ring.

"Grogi juga ada awalnya, karena setiap petinju juga gitu. Karena deg-degan ini juga bisa bangkit semangat. Apalagi ada target medali emas dari Pertina. Tapi saya pikir saya ditargetkan Marwan dilihat saya serius," ungkapnya.

Namun dengan usaha keras dan mengikuti instruksi pelatih, Ikmal sukses mengalahkan Julyanda. Sepanjang ronde atlet yang juga meraih titel petinju favorit di kejurnas remaja tahun ini, lebih banyak meluncurkan serangan melalui pukulan jap ke arah wajah Juliyanda.

Ikmal pun berhak meraih medali emas di kelas 75 kg Youth putra sekaligus menyumbang medali untuk Sumut yang keluar sebagai juara umum pada kejurnas tersebut. Ikmal mampu menyudahi perlawanan petinju Jambi itu dengan menang angka dalam 3 ronde.

"Memang dia (Juliyanda) lebih banyak melakukan strategi bermain menghindar kemudian pukul. Beruntung kata pelatih juga saya diintruksikan melakukan dua pukulan saja sekali serangan. Ternyata berhasil strategi saya," jelasnya.

Usai kejuaraan nasional remaja, Ikmal akan kembali berlatih di sasana demi meningkatkan fisik dan teknik bermainnya.
Ke depannya, Atlet kelahiran Medan, 3 Oktober 2000 ini bertekad terus berlatih demi mempersiapkan diri untuk PON 2024. Selain itu dia juga akan berusaha meraih prestasi di berbagai event lainnya.

"Untuk 2024 saya akan lebih giat lagi. Insya Allah di 2024 jadi tim inti senior," pungkasnya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved