JNE, IPEMI, IZI Launching Rumah Pelatihan dan Keterampilan Desain Grafis

Program ini merupakan inisiatif IZI bekerja sama dengan JNE dan IPEMI tujuannya adalah ini rumah pelatihan dan keterampilan.

JNE, IPEMI, IZI Launching Rumah Pelatihan dan Keterampilan Desain Grafis
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana, Ketua IPEMI Sumut Hj Yulidar Bugis SE, dan Kepala Perwakilan Sumut IZI, M Iqbal Farizi dalam melaunching Rumah Pelatihan dan Keterampilan di Jalan Bunga Raya No 9 Kelurahan Adam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Kini keterampilan menjadi sebuah tuntutan. Semakin tingginya tingkat persaingan kerja tidak diimbangi oleh lapangan kerja yang cukup. Jika tidak memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai maka akan siap tersingkir dari dunia persaingan.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik, JNE (PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir) bersama IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) dan IZI (Inisiatif Zakat Indonesia) melaunching Rumah Pelatihan dan Keterampilan Desain Grafis di Jalan Bunga Raya No 9 Kelurahan Adam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Rabu (4/9/2019).

"Program ini merupakan inisiatif IZI bekerja sama dengan JNE dan IPEMI tujuannya adalah ini rumah pelatihan dan keterampilan," ujar Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana.

Ia menjelaskan sebelumnya, JNE dan IZI sudah menghadirkan rumah pelatihan jahit yang ditujukan kepada peserta yang kurang mampu.
Rumah pelatihan dan keterampilan ini akan melatih peserta dalam hal desain grafis.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program alokasi dana zakat tahun 2015 atau alokasi 2,5 persen keuntungan dari JNE untuk kegiatan sosial.
Launching Rumah Pelatihan dan Keterampilan ini merupakan kerjasama JNE dengan IZI dan IPEMI," jelasnya.

Fikri berharap hal ini menjadi amal jariah dan ilmu bermanfaat, dan dua hal ini akan terus mengalir.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Sumut IZI, M Iqbal Farizi mengatakan JNE,
IPEMI dan IZI sepakat mengadakan program pelatihan dan pemberdayaan untuk masyarakat. "Yang program pertama desain grafis untuk yang sekarang dari kapasitas kami setiap kelas itu hanya untuk 11 orang selama tiga bulan mulai dari tingkat dasar hingga mahir," ucapnya.

"Target kami 50 orang setiap tahun akan kita lahirkan pelatihannya gratis asalkan komitmen mengikuti kelas selama tiga bulan dan dalam satu minggu itu ada tiga kali pertemuan selama dua jam. Syaratnya mau belajar, komitmen, disiplin, range usia 17 hingga 35 tahun," jelas Iqbal.

Diakuinya, segmentasi peserta lebih ke anak muda agar dapat menghasilkan lulusan untuk mendukung kepada program bisnis. "Desain grafis itu sudah kebutuhan dasar, mau bikin gambar. Konveksi tidak hanya sekedar kain, desain seperti media kampanye, iklan dan lebih tinggi lagi bisa jadi video maker," ungkapnya.

Dengan skill yang bertambah diharapkan para peserta bisa menjadi wirausaha mandiri atau juga berkelompok. "Usaha-usaha JNE banyak mitra, IPEMI juga banyak anggotanya dan kita bisa saling mendukung," kata Iqbal.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IPEMI, Sumut Hj Yulidar Bugis SE menambahkan kegiatan ini akan menjadi contoh untuk anak-anak lainnya supaya belajar desain grafis.

"Kita berharap lulusan desain grafis ini ada yang berwirausaha khususnya anak-anak muda," kata Yulidar.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved