Orangutan Pandi dan Poni Ditemukan Warga di Perkebunan Sawit, Kurang Gizi, Dehidrasi dan Cacingan

Kedua orangutan tersebut adalah Orangutan Poni, betina dan Orangutan Pandi, jantan. Mereka tiba hanya berselang sehari pada 28-29 Agustus 2019.

Orangutan Pandi dan Poni Ditemukan Warga di Perkebunan Sawit, Kurang Gizi, Dehidrasi dan Cacingan
TRIBUN MEDAN/sumber BBKSDA
Orangutan Pandi dan Poni Ditemukan Warga di Perkebunan Sawit, Kurang Gizi, Dehidrasi dan Cacingan. Dua orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang berasal dari Aceh diterima di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan yang dikelola oleh Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) bersama Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP). 

Orangutan Pandi dan Poni Ditemukan Warga di Perkebunan Sawit, Kurang Gizi, Dehidrasi dan Cacingan

TRIBUN-MEDAN.com-Orangutan Pandi dan Poni Ditemukan Warga di Perkebunan Sawit, Kurang Gizi, Dehidrasi dan Cacingan.

Dua orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang berasal dari Aceh diterima di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan yang dikelola oleh Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) bersama Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP).

Kedua orangutan tersebut adalah Orangutan Poni, betina dan Orangutan Pandi, jantan. Mereka tiba hanya berselang sehari pada 28-29 Agustus 2019.

Orangutan Poni yang diperkirakan berusia 5 tahun, diserahkan oleh warga Gampong Kabu, Kecamatan
Peurelak, Kabupaten Aceh Timur kepada Balai KSDA Aceh dan tim penyelamatan orangutan dari
Orangutan Information Centre (OIC).

Sementara Pandi yang diperkirakan berusia diatas 30 tahun dievakuasi oleh Balai KSDA Aceh bersama tim OIC dari hutan yang terfragmentasi oleh perkebunan kelapa sawit di Desa Sepang, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam Aceh.

"Hasil pemeriksaan kesehatan tim medis di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP
terhadap kedua orangutan tersebut ditemukan bahwa keduanya mengalami malnutrisi, dehidrasi, cacingan, dan berat badan kurang (kurus)," kata Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, drh. Yenni Saraswati, Rabu (4/9/2019).

Baca: Gelar dari Negeri Kangguru untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Baca: Hadapi Perserang Serang, PSMS Me

Baca: Suporter Garis Keras Inter Malah Dukung Fan Cagliari, Lukaku Jadi Korban Rasisme

dan Kehilangan Tiga Pemain Pilarnya

Baca: Hadapi Perserang Serang, PSMS Kehilangan Tiga Pemain Jagoannya, Satu di Antaranya Natanael

Dokter Hewan Senior ini menjelaskan bahwa untuk Orangutan Pandi menderita anemia dan masalah pada tulang persendiannya. Pihaknya akan melakukan test kesehatan lanjutan, khususnya untuk Orangutan Pandi.

"Kita lakukan itu untuk mengetahui lebih rinci masalah kesehatannya dan juga perawatan intensif untuk menstabilkan kondisi tubuhnya," tuturnya.

Baca: Derita Sakit Ginjal, Ani Bahagia Terima Rp 90 Juta di Peringatan Hari Pelanggan Telkomsel

Baca: Sabar Senang Dilayani Langsung Direktur Utama Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo saat Bertransaksi

Manager Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP, Arista Ketaren mengaku pihaknya akan melakukan yang terbaik untuk proses karantina dan rehabilitasi Orangutan Poni dan Pandi.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved