Palsukan 125 Ribu Merek Lem Setan, Acuan Divonis Hukuman Percobaan

Dimana dalam ketentuan pidana pasal 102 ini seharusnya terdakwa dapat dikenakan penjara selama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta.

Palsukan 125 Ribu Merek Lem Setan, Acuan Divonis Hukuman Percobaan
Tribun Medan / Victory
Majelis Hakim vonis terdakwa pemalsu 125 ribu Lem Setan atau merek SI A NO KU RI DO, Nyo Seng Tjoan alias Acuan di PN Medan hanya dengan hukuman percobaan, Rabu (4/9/2019). 

Putusan ini terbilang rendah sebab terdakwa sama sekali tidak dibebankan biaya denda.

Padahal kasus ini diperkirakan merugikan korban pemilik merek yaitu PT. Putra Permata Maju mencapai Rp 625 juta dari pemalsuan merek 125 ribu lem setan tersebut.

Dimana dalam ketentuan pidana pasal 102 ini seharusnya terdakwa dapat dikenakan penjara selama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta.

Putusan ini bahkan lebih rendah dari tuntutan Jaksa dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

Padahal dalam sidang-sidang sebelumnya, Hakim ketua Djaniko yang juga Ketua PN Medan sempat mengultimatum Jaksa atas tertundanya kasus ini sudah melanggar asas peradilan.

"Jadi tolonglah dipercepat karena sesuai dengan prinsip Peradilan yaitu cepat, sederhana dan murah sudah dilanggar. Pak jaksa juga pastu sudah enggak enak dengan penundaan ini, sampai tiga kali ditunda. Jadi kami pun enggak bisa berbuat gimana karena tuntutan juga belum dibacakan," tegasnya.

Bahkan ia menegaskan perbuatan terdakwa Acuan ini telah membuat kerugian baik bagi masyarakat, perusahaan dan perekonomian Indonesia.

"Kamu ini bisa menghancurkan kreativitas orang HaKI, Dalam perdagangan internasional Indonesia bisa dikucilkan, karena membuat produk lain seakan tidak dilindungi di negera sendiri dan hal itu berpengaruh bagi perekonomian. Perbuatan saudara juga membingungkan masyarakat dan konsumen, konsumen ingin sesuatu yang tertera, jadi masyarakat bingung meskipun indikator harga murah," tegasnya.

Terdakwa Acuan sebelumnya dilaporkan ke Polda Sumut tanggal 15 Oktober 2018 oleh Direktur PT. Putra Permata Maju Perkasa, Dicky Pramono Peh selaku pemilik lisensi lem merek SI A NO KU RI DO dan logo G yang asli menemukan lem dengan tulisan merek SI A NO KU RI DO dan logo G yang palsu diperdagangkan oleh terdakwa.

Dalam keterangannya, terdakwa mengakui bahwa 260 karton lem merek SI A NO KU RI DO (Lem Setan) yang disita kepolisian adalah benar miliknya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved