Peluang Bisnis, Poniseh Kini Miliki Lima Anggota Memasarkan Ratusan Kilogram Kue Bawang

Poniseh melihat peluang pengembangan kue bawang. Sejak lima tahun lalu ia bersama keluarganya membuka usaha Kue Bawang Lebay.

Peluang Bisnis, Poniseh Kini Miliki Lima Anggota Memasarkan Ratusan Kilogram Kue Bawang
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Poniseh dan suaminya menunjukkan produk kue bawangnya di rumahnya Jalan Eka Surya, Selasa (3/9/2019). Poniseh kini memiliki 5 anggota dan pasarkan ratusan kilogram kue bawang per bulan. 

TRIBUN-MEDAN.com. MEDAN - Bagi masyarakat Sumatera Utara, kue bawang merupakan sajian makanan yang umumnya di temukan pada hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri maupun tahun baru. Namun seiring digemarinya makanan ini, saat ini kue bawang sering ditemui di warung maupun pusat perbelanjaan.

Poniseh melihat peluang pengembangan kue bawang. Sejak lima tahun lalu ia bersama keluarganya membuka usaha Kue Bawang Lebay.

"Awalnya usaha ini karena saya mau bantu suami mendapatkan uang tambahan. Selain itu saya memang kerja di Pabrik Plastik, biar kedepannya saya bisa fokus urus anak di rumah, kita buatlah usaha ini," kata Poniseh, Selasa (3/9/2019).

Ia mengatakan kue bawang dipilih dijadikan usaha karena mudah pengolahan, sedikit modalnya, dan perputaran uangnya cepat. Kue bawang miliknya dikemas menjadi beberapa ukuran dan dijual mulai harga Rp 5000.

"Saya jual produk ke warung-warung awalnya. Kalau sekarang juga sudah ada saya jual ke swalayan. Anak saya juga mencoba memasarkan produk ini secara online," katanya.

Pembeli produk Poniseh sudah ada di beberapa wilayah seperti Jakarta, Palembang, dan Padang. Dibantu 2 karyawan, ia memproduksi 6 kilogram kue bawang setiap hari.

"Untuk yang memasarkan ada 3 orang. Salah satunya anak saya. Tahun ke tahun kami mencoba memasarkan produk ini lebih luas," katanya.

Poniseh mengatakan kue bawang buatannya lebih gurih dan renyah. Jika kebanyakan kue bawang produksi keras, ia menggunakan campuran tepung kanji agar lebih renyah.

"Selain itu kami juga enggak pelit bumbu. Bisa dilihat bawang yang kami gunakan juga banyak. Jadi rasanya pasti berbeda," jelasnya.

Untuk membangun usaha sepertinya menurut Poniseh jangan putus asa. Ia juga saat memulai usaha ini bermodal awal Rp 100 ribu saja

"Tips bangun usaha seperti saya ini adalah kembangan marketingnya. Kalau dulu usaha rumahan, sekarang produk kita juga bisa dipasarkan secara online," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved