Pembangunan Samosir Tidak Melulu Pariwisata, Namun Juga Pembangunan Pertanian
Agar produktivitas pertanian meningkat dan menguntungkan masyarakat, Pemkab Samosir membangun 2 unit pompa besar berkapasitas 50 liter/detik.
Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Membangun Samosir tidak bisa fokus pada satu sektor. Guna kesejahteraan bersama, pembangunan juga tidak boleh meninggalkan sektor lainnya.
"Mewujudkan Masyarakat Samosir yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing berbasis Pembangunan Pariwisata dan Pertanian, hal inilah yang menjadi Visi dari Pemkab Samosir," ujar Rapidin di Samosir, Rabu (4/9/2019).
Pada umumnya, Samosir lebih dikenal khalayak umum adalah sektor pariwisatanya.
Namun, kata Rapidin berdasarkan wilayahnya harus juga diperhatikan potensi dominan yang bisa mendongkrak kemakmuran warga.
Seperti yang baru-baru ini dilakukan Di Kecamatan Palipi.
Agar produktivitas pertanian meningkat dan menguntungkan masyarakat, Pemkab Samosir membangun 2 unit pompa besar berkapasitas 50 liter/detik.
"Kita bangun di dua desa dulu, yaitu Desa Palipi dan desa Sigaol Simbolon,"tuturnya.
Rapidin yakin, pompa air yang mampu mengairi hamparan luas lahan 115 ha sawah dapat memperbaiki hasil pertanian yang selama ini butuh pengairan.
Melalui rehabilitasi jaringan air ini, ditargetkan petani bisa panen 2 x setahun.
"Secara bertahap Pemkab Samosir konsisten utk Pembangunan Pertanian yg berkelanjutan,"ujar Rapidin.
(Jun-tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/panorama-objek-wisata-aek-natonang.jpg)