Breaking News:

Polisi Dairi Berburu Pengendara Nakal, Supir Angkot yang Naikkan Pelajar di Atas Kap Kocar Kacir

Tidak memiliki SIM merupakan pelanggaran terbanyak ditindak, disusul pemotor tidak mengenakan helm dan pajak kendaraan habis.

Penulis: Dohu Lase | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Para pelajar yang naik di atas kap angkot kocar-kacir dan berlomba turun saat didatangi polisi, Rabu (4/9/2019) di kawasan Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Mereka ketakutan lantaran mengira akan ditangkap. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Hingga hari ke-tujuh pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019, Sat Lantas Polres Dairi telah menindak 655 pelanggar lalu lintas.

Angka 655 tersebut terdiri atas 475 tilang dan 180 teguran.

Tidak memiliki SIM merupakan pelanggaran terbanyak ditindak, disusul pemotor tidak mengenakan helm dan pajak kendaraan habis.

Selain itu, petugas juga telah menindak puluhan sopir-sopir angkot bengal yang menaikkan penumpang ke atas kap.

Khusus penindakan terhadap sopir-sopir ini, tidak lewat razia, melainkan perburuan (hunting).

Polisi menyisir jalan raya arah perbatasan Kabupaten Dairi - Kabupaten Humbang Hasundutan untuk mencari sopir-sopir angkot bengal yang gemar menaikkan penumpang ke atas kap demi dapat meraup keuntungan banyak.

Saat dikejar polisi, para penumpang di atas kap angkot, umumnya pelajar sekolah menengah, ketakutan. Begitu angkot berhenti, mereka kocar-kacir dan buru-buru turun lantaran mengira akan ditangkap.

"Sopir-sopir angkot sudah banyak kita tindak. Kebanyakan kita temukan mereka tidak punya SIM A Umum," kata Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Dairi, Ipda JP Karosekali, Rabu (4/9/2019).

Dari total penindakan itu, lanjut Karosekali, Sat Lantas Polres Dairi juga menyita ratusan kendaraan pelaku pelanggaran yang tidak dapat menunjukkan surat-surat.

"Ada seratusan ranmor kita sita. Namun, sudah banyak yang dijemput pemiliknya, karena langsung ditebus," ujar Karosekali.

Karosekali menyebut, razia dilakukan pada empat titik di Kecamatan Sidikalang yakni Jalan Sisingamangaraja depan Mapolres Dairi, kemudian perempatan Jalan Nusantara, kawasan Simpang Salak, Jalan Pahlawan depan Taman Makam Pahlawan, serta satu titik di Kecamatan Sitinjo, yakni jalan raya depan lokasi Taman Wisata Iman Sitinjo.

Pelaku pelanggaran terbanyak ditindak ialah pemotor. Menurutnya, masih pelanggar kurang menyadari pentingnya kelengkapan perangkat berkendara dan membawa surat-surat kendaraan.

"Sering saat kita lakukan tilang atau teguran, para pelanggar keberatan," tuturnya.

Ia mengimbau para pengendara agar melengkapi surat-surat dan mematuhi aturan saat berkendara.

"Utamakan keselamatan. Jangan hanya karena saat ini ada operasi, jadi patuh, tapi setelahnya melanggar lagi. Ini demi keselamatan," ujar Karosekali mengakhiri.

Pantauan Tribun Medan saat pelaksanaan razia, banyak kendaraan langsung berhenti menjelang sampai ke titik razia dan balik kanan. Diduga, karena merasa bersalah.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved