Selama Dua Jam, Seniman Muda Kampanyekan Perdamaian di Titik 0 Medan

Kau ini bagaimana. Kau suruh saya menanam padi di sawah. Tapi kau ratakan dengan tanah. Kau bangun rumah-rumah.

Selama Dua Jam, Seniman Muda Kampanyekan Perdamaian di Titik 0 Medan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Aksi Kampanye Perdamaian yang digagas sejumlah mahasiswa seniman dan komunitas di titik 0 Kota Medan. Mereka ingin mengajak masyarakat agar lebih dewasa dan memahami perbedaan yang menjadi identitas Bangsa Indonesia sendiri. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belasan seniman muda yang berasal dari beberapa kampus dan komunitas menggelar kampanye perdamaian di Jalan Balai Kota Medan, sejak pukul 16.00 WIB, Rabu (4/9/2019) sore.

Suara suara emosi yang dimainkan sontak menuai perhatian kawula muda dan pengendara yang berlalu lalang.

Menabuh gendang dan memetik gitar, para seniman muda ini menyuarakan lagu dan puisi kemanusiaan dan perdamaian. Tagline 'Hilangkan Rasisme, Mari Ciptakan Keharmonisan Sesama Manusia' begitu terasa dalam hiruk pikuk sore itu.

"Kau ini bagaimana. Kau suruh saya menanam padi di sawah. Tapi kau ratakan dengan tanah. Kau bangun rumah-rumah. Kau ini bagaimana. Kau bilang Tuhan sangat dekat. Tapi kau panggil dengan pengeras suara setiap saat. Kau ini bagaimana. Kau minta dikasih Alternatif, Saat dikasih kau marah," sebait puisi yang disuarakan Ade Syahputra dan kawan-kawan.

Ade mengatakan bahwa ia dan teman temannya menampilkan 4 puisi sebagai kontribusi anak muda pada kampanye perdamaian kali ini. Bahkan, ia bercerita hanya butuh sehari untuk menentukan cerita apa yang ia bawakan.

"Tadi itu selain 'Kau Ini Bagaimana' kita mainkan juga 'Selamat Pagi Indonesia' dan beberapa lagi yang diambil dari karangan karangan seniman nasional seperti Taufik Ismail, Ki Joko Darmono dan Wiji Thukul," ujar Ade.

Ia menyampaikan puisi yang mereka utarakan berharap agar segera menyadarkan elit politik ataupun oknum oknum yang memecah persatuan bangsa Indonesia. Apalagi beberapa hari terakhir isu perpecahan bak tak berhenti menjadi ancaman persatuan.

Di kesempatan itu juga, tampak lukisan 'Nusantara' terbentuk dari kuas kuas anak muda. Lukisan tersebut digambarkan dengan penuh warna sebagai cermin keragaman bangsa Indonesia.

"Persiapan kita sedikit. Nah, tema yang kami lukis ini adalah Nusantara. Kami ingin mengingatkan bahwa semua masyarakat, sudahlah jangan bertengkar lagi. Itu, bang, yang kami ingin sampaikan," ujar seorang seniman muda asal Universitas Medan Area Rizki Ramadhan.

Hanya dalam tempo 2 jam saja, para seniman muda Kota Medan ini memanfaatkan waktunya untuk menyampaikan aspirasinya kepada masyarakat. Mereka ingin, agar masyarakat lebih dewasa dengan kondisi Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved