Tak Perlu Khawatir Berwisata ke Danau Toba, Fasilitas untuk Turis Muslim Sudah Lama Ada

Cut, mengatakan tempat dia berjualan juga gampang dijangkau sehingga bagi turis khususnya yang beragama Muslim tidak susah.

Tak Perlu Khawatir Berwisata ke Danau Toba, Fasilitas untuk Turis Muslim Sudah Lama Ada
Tribun-Medan.com/ Arjuna Bakkara
Satu dari pengurus masjid sedang membersihkan halaman masjid satu jam menjelang Pelaksanaan salat Idul Fitri 1438 H (shalad id) di Masjid Raya Taqwa Parapat, Jalan Sisingamangaraja Parapat, Minggu (25/6/2017). (Tribun-Medan.com/ Arjuna Bakkara) 

Berada jauh di pelosok Tanah Batak, di Tepi Danau Toba dan di garis minoroitas, namun adzan tak pernah berhenti berkumandang saat waktu salat.

Masjid ini dulu dibangun sendiri oleh tetua setempat yakni Tumbur Samosir. Lalu dikerjakan bersama dengan keluarga dan warga lainya.

Oppu Benry boru Samosir (87), mengatakan ajaran Islam dibawa ke Samosir pertama sekali oleh ayahnya, Tumbur Samosir.

Tumbur Samosir belajar di Aceh selama dua tahun, kemudian pulang ke Bona Pasogit, Samosir membawa Islam sekitar tahun 1947.

Meski eksistensi Umat Muslim berada pada garis Minoritas di daerah itu, toleransi tetap terjaga hingga tiga generasi saat ini.

Mereka bebas menjalankan ibadah masing-masing, dan rumah ibadah pun terbilang berdiri berdampingan dengan Gereja Umat Kristiani juga rumah ibadah Parmalim.

"Tidak ada yang berkelahi, dan yang penting saling menghargai. Kami disatukan adat istiadat,"sebutnya ketika itu.

Indahnya lagi, kata Oppu Benrry bila ada perhelatan pesta adat, penyelenggara pesta selalu menyediakan tukang potong hingga masakan khusus untuk yang berasal dari Agama Islam. Istilah mereka biasa disebut dengan "Parsolam", yang berarti tidak bisa makan daging B2.

Ahmad (52), pemilik Restaurant Hidangan Muslim lainnya di Pangururan mengaku sudah sejak lama berjualan. Berdagang di Pangururan Samosir, sampai sejauh ini katanya tida ada efek pasca ungkapan Edy terkait wisata halal.

"Semua berjalan seperti biasa, kami dengan tetangga juga biasa-biasa di sini interaksinya," tutur Ahmad.

Anak-anak pinggiran Danau Toba di bawah naungan Yayasan Alusi Tao Toba juga dari berbagai komunitas Rumah Belajar lainnya saat mengikuti Karnaval Literasi di Lopo Hotel Internasional, Tomok, Danau Toba, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (12/7/2019).
Anak-anak pinggiran Danau Toba di bawah naungan Yayasan Alusi Tao Toba juga dari berbagai komunitas Rumah Belajar lainnya saat mengikuti Karnaval Literasi di Lopo Hotel Internasional, Tomok, Danau Toba, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (12/7/2019). (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)
Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved