Bangun Venue tak Sulit, Darsen Song Berharap Cabor Wushu Jangan Sampai Dicoret pada PON 2020

Saya belum pernah ke Papua. Dari yang saya baca katanya baru 50 persen. Tapi menurut saya venue olahraga wushu itu gak terlalu berat.

Bangun Venue tak Sulit, Darsen Song Berharap Cabor Wushu Jangan Sampai Dicoret pada PON 2020
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis bersama pengurus berfoto bersama pelatih dan atlet Wushu Sanda yang bertanding di Kejurnas Wushu Piala Presiden 2019 di GOR Sahabudin, Bangka Belitung. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Sumut Darsen Song mengatakan untuk mempertandingkan cabang olahraga Wushu tidak lah sulit.

Menurutnya venue Wushu tidak serumit mempersiapkan arena seperti sepakbola maupun bola basket. Bahkan untuk peralatan pertandingan, PB WI pusat juga sudah memiliki alat yang lengkap.

"Saya belum pernah ke Papua. Dari yang saya baca katanya baru 50 persen. Tapi menurut saya venue olahraga wushu itu gak terlalu berat, tidak seperti lapangan sepakbola dan bola basket. Dia dalam satu hall besar sudah bisa dan semua peralatan PB sudah punya. Hanya Matras dan lainnya tinggal angkut ke sana," ujarnya, Kamis (5/9/2019).

Namun jika ada pengurangan jumlah cabor pada PON 2020, tentunya merugikan bagi KONI di daerah terlebih Pengurus yang cabang olahraganya dicoret. Apalagi tentunya juga Target medali yang sudah dicanangkan sejak harus kembali diubah. Selain itu yang terutama tentunya daerah sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk pembinaan serta try out atlet selama persiapan menuju Pra-PON dan PON.

Menurut Darsen, jika wushu batal dipertandingkan di PON, maka pelaksanaan Pra PON 2019 akan menjadi sia – sia. Dalam artian Pra-PON tahun ini hanya sekadar ajang prestasi bagi tiap – tiap daerah. Padahal, Pra PON selain ajang kualifikasi PON, ini juga sangat penting untuk melihat talenta atlet yang bisa diproyeksikan menuju pelatnas.

"Kita Pra PON sudah tiga perempat dan tinggal seperempat kemungkinan diseleksi kedua di Jawa Tengah Oktober nanti. Harapnnya wushu tetap dipertandingkan,” terangnya.

Sebelumnya Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga resmi mengumumkan pengurangan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua. Awalnya PON 2020 akan pertandingkan 47 cabang olahraga, namun pada rapat antara Kemenpora, KONI, dan PB PON akhirnya dikurangi menjadi 37 cabor saja. Itu berarti ada 10 cabor yang terdegradasi dan batal dipertandingkan di PON ke -20 yang dimulai 20 Oktober hingga 2 November 2020.

Oleh karenanya, Darsen tetap berharap kepada pemerintah pusat dan PB PON agar wushu tetap dipertandingkan. Menurutnya, wushu merupakan cabor andalan Sumut untuk mendulang medali emas. Selain itu pada dasarnya Wushu sudah cukup jika digelar dalam satu hall yang besar maupun lapangan terbuka yang dilengkapi panggung dan matras.

"Wushu tidak sulit, bahkan dimainkan di lapangan seperti lapangan benteng dan lapangan merdeka pun bisa, tinggal kasih tenda saja. Jadi Harus dong (dipertandingkan)," katanya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved