Beredar Kabar Wushu Dicoret di PON Papua, Ketua Umum WI Sumut Sempat Kaget
Dari kabar yang diterimanya, Darsen mengaku sedikit tenang setelah mendapat informasi bahwa selebaran tersebut merupakan hoaks.
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beredarnya selebaran yang berisikan daftar 15 cabang olahraga yang bakal dipangkas pada PON Papua tahun 2020 sempat membuat sejumlah pengurus cabang olahraga di Sumut terkejut.
Hal ini juga dialami oleh Ketua Umum Pengprov Wushu Indonesia (WI) Sumatera Utara, Darsen Song. Apalagi dalam list tersebut terdapat cabang olahraga yang tengah dipimpinnya saat ini yaitu wushu.
Darsen mengatakan, setelah membaca berita tersebut dirinya memang segera mencari tahu kebenaran informasi tersebut.
Dari kabar yang diterimanya, Darsen mengaku sedikit tenang setelah mendapat informasi bahwa selebaran tersebut merupakan hoaks.
"Saya baca dari detikNews bahwa dari Plt Dispora Papua itu hoaks. Awalnya Kami dari Sumut sempat kaget juga ya," ujarnya, Kamis (5/9/2019).
Darsen menuturkan, terlepas berita itu hoaks, dia tetap mengharapkan Wushu agar tetap dipertandingkan di pekan olahraga Nasional (PON) Papua tahun depan.
Menurutnya Wushu merupakan Cabor yang bagus serta sudah sering menorehkan prestasi untuk Indonesia di kancah internasional.
"Maunya pemerintah pusat, KONI pusat, maupun pihak-pihak terkait harus mengamankan supaya olahraga Wushu tetap dipertandingkan di PON. Jadi jangan karena kondisi sesuatu daerah saja tapi pemerintah pusat dalam hal ini KONI pusat, dan kemenpora ya harus bisa memperhatikan bahwa Wushu itu tiap tahun mengibarkan merah putih di event-event internasional," ungkapnya.
Lebih lanjut kata Darsen, jika Wushu dicoret, tentunya ini akan sangat berpengaruh pada semangat atlet-atlet Wushu seluruh Indonesia terkhususnya di Sumut.
Apalagi sudah sejak lama para atlet dibina dan dipersiapkan berlaga di ajang PON Papua. Bahkan tak sedikit event dan seleksi yang telah digelar untuk menjaring atlet terbaik.
Selain itu juga sudah ada atlet- atlet yang meraih tiket berlaga di PON setelah sukses melalui babak kualifikasi Pra-PON di Bangka-belitung bulan Juni lalu.
"Yang kami khawatirkan justru mental anak-anak. Saya selalu berusaha isu ini jangan sampai menerjang anak-anak yang sedang dalam proses pelatda. Kita Pra-PON dan sudah 3/4 dan tinggal 1/4 lagi punya kemungkinan ikut seleksi kedua di Jawa Tengah Oktober nanti," katanya.
Sekadar informasi, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengumumkan pengurangan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.
Awalnya PON Papua 2020 akan mempertandingkan 47 cabor, namun pada rapat antara Kemenpora, KONI, dan PB PON direncanakan memangkas Cabor menjadi 37.
Itu berarti ada 10 cabang olahraga yang bakal dicoret pada PON ke -20 yang dimulai 20 Oktober hingga 2 November 2020 mendatang.
Namun setelah pertemuan itu justru beredar 15 Cabor-cabor yang bakal dihapus antara lain, dansa, ski air, gateball, petanque, woodball, catur, bridge, kempo, wushu, bola tangan, sepak takraw, soft tennis, aerosport, balap sepeda, dan akuatik.
(cr11/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengurus-wushu-berfoto-bersama-pelatih-dan-atlet-wushu.jpg)