Dituntut Hukuman Mati, Kurir Sabu Hendri Yosa Minta Belas Kasihan Hakim, Mengaku Hanya Korban

Eva melanjutkan pihaknya merasa keberatan dengan tuntutan Jaksa yang memintanya dihukum mati.

Dituntut Hukuman Mati, Kurir Sabu Hendri Yosa Minta Belas Kasihan Hakim, Mengaku Hanya Korban
Tribun Medan / Victory
Terdakwa kurir sabu 55 kg dan 10.000 pil ekstasi, Hendri Yosa yang dituntut hukuman mati meminta belas kasihan Hakim dalam nota pembelaan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (5/9/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kurir sabu 55 kg dan 10.000 pil ekstasi, Hendri Yosa yang dituntut hukuman mati meminta belas kasihan Hakim dalam nota pembelaan, Kamis (5/9/2019) di Pengadilan Negeri Medan.

Melalui Kuasa Hukumnya, Evaria Ginting, pria 29 tahun ini menerangkan dirinya mau disuruh menjadi kurir sabu karena untuk balas budi terhadap Adi.

"Ini dilakukan terdakwa karena utang budi kepada Hadi yang belum tertangkap. Jadi klien kami bukan profesional mengenai kejahatan ini, tapi dia adalah korban karena kebodohannnya," terangnya.

Eva melanjutkan pihaknya merasa keberatan dengan tuntutan Jaksa yang memintanya dihukum mati.

"Kami keberatan dengan tuntutan mati, karena terdakwa masih muda dan masih punya harapan memperbaiki diri. Pidana mati hanya sebagai cara untuk membalaskan dendam. Jangan sampai melebihi kebutuhan karena terdakwa masih bisa bertobat," tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa hukuman mati bertolak belakang dengan Hak Azasi Manusia (HAM).

"Terdakwa harus dihindarkan dari ancaman mati tersebut. Karena hukuman tidak sesuai dengan hak azasi manusia. Dan pada akhirnya kami serahkan kepada Majelis Hakim untuk memberikan keputusan yang seadil-adilnya," pungkasnya.

Terdakwa asal Desa Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe, Aceh ini tampak tegang selama mengikuti persidangan, ia hanya dapat tertunduk lemas dan sesekali menatap ke arah Majelis Hakim.

Seusai dibacakan, Hakim Ketua Dominggus Silaban menunda persidangan hingga pembacaan putusan pada pekan depan 11 September 2019.

Di luar sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henny menyebutkan bahwa pihakny tetap pada tuntutannya. "Kita tetap pada tuntutan karena memang terdakwa sudah terbukti," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved