Dua Terdakwa Kasus Korupsi HUT ke-10 Paluta Bergulir di PN Medan, Jerat Kabag Kesbangpol dan PPTK

Kedua terdakwa adalah Mahlil Rambe (58) selaku Kabag Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Paluta dan Jutan Harahap (55).

Dua Terdakwa Kasus Korupsi HUT ke-10 Paluta Bergulir di PN Medan, Jerat Kabag Kesbangpol dan PPTK
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Dua terdakwa kasus korupsi Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Padang Lawas Utara TA 2017 senilai Rp 119.395.000 dimulai di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (5/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua terdakwa kasus korupsi Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Padang Lawas Utara TA 2017 senilai Rp 119.395.000 dimulai di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (5/9/2019).

Kedua terdakwa adalah Mahlil Rambe (58) selaku Kabag Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Paluta dan Jutan Harahap (55), selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Kesbangpol Paluta dimulai di PN Medan.

Kejadian terjadi pada 29 November 2017 bertempat di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Padang Lawas Utara Jalan Lintas Gunungtua-Padangsidimpuan KM 3,5 Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak.

Dimana telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain, yang dapat merugikan keuangan negara sebesar Rp. 119.395.000.

Perbuatan kedua terdakwa diancam pidana berlapis dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa Mahlil tampak mengenakan kemeja kotak-kotak hijau, sementara Jutan mengenakan kemeja abu-abu. Jutan tampak kebingungan saat mengikuti sidang. Sementara Mahlil tenang dan tampak cakap dalam mengikuti sidang.

Dalam dakwaan, kedua terdakwa disebutkan telah memanipulasi harga pembayaran dalam persiapan HUT ke-10 Paluta

"Dengan cara terdakwa selaku Ketua Pelaksana telah membuatkan atau membantu membuatkan Laporan Penggunaan Dana Perayaan Ulang Tahun Palita yang Ke-10 TA. 2017 yang tidak sesuai dengan harga sebenarnya yang dibayarkan kepada rekanannya," ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Paluta Hindun Harahap.

Bahwa kedua melakukan pemesanan dan pembelian barang kepada beberapa rekanan, antara lain, yaitu
Belanja Pakaian Batik Tradisional sesuai SPJ sebesar Rp. 68.000.000 yang dilaksanakan oleh UD Luthfi. Namun yang diterima oleh UD. Luthfi hanya sebesar Rp. 6.800.000.

Selanjutmya, belanja sewa hiburan sesuai SPJ sebesar Rp. 150.000.000 yang dilaksanakan oleh Jepara Intertainmen Sound Sistem Aod Legting.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved